Senin, 15 Juli 2013

Perbaiki Arah Qiblat Ketika matahari Tepat Di Atas Ka’bah

Disamping gerakan matahari yang terbit dari timur dan terbenam di sebelah barat, ternyata matahari juga bergeser dalam arah utara-selatan. Bergeser mulai dari garis khatulistiwa, ke utara, kembali lagi ke khatulistiwa, melanjutkan ke selatan, dan kembali lagi ke garis khatulistiwa. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu siklus itu adalah 1 tahun, yaitu waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk mengitari matahari satu putaran penuh.

Pergeseran matahari dalam arah utara-selatan diakibatkan oleh kemiringan sumbu rotasi bumi. Sudut kemiringannya sebesar 23.5º. Ketika bumi mengelilingi matahari maka sudut kemiringan ini akan mengakibatkan matahari terlihat bergeser ke utara dan selatan dengan jarak maksimum 23.5º dari garis khatulistiwa.

Matahari bergeser sebesar 1/2 piringannya setiap hari. Pada tanggal 20-21 Maret matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa dan selanjutnya bergeser ke utara sampai mencapai jarak maksimum 23.5º pada tanggal 20-21 Juni. Ketika sudah mencapai titik maksimum di utara maka matahari akan berbalik lagi ke arah garis khatulistiwa sehingga sampai lagi di atas garis khatulistiwa pada tanggal 22-23 September. Kemudian matahari akan melanjutkan lagi perjalanannya menuju ke arah selatan sampai mencapai jarak maksimum 23.5º pada tanggal 21-22 Desember. Kemudian berbalik lagi ke garis khatulistiwa pada tanggal 20-21 Maret. Itulah perjalanan semu tahunan matahari, dan siklus itu berlangsung terus setiap tahun.

(Kemiringan sumbu rotasi bumi mengakibatkan matahari terlihat bergeser ke utara dan selatan garis khatulistiwa ketika bumi mengitari matahari. Sumber: earthgauge.net)

Jarak matahari terhadap garis khatulistiwa diukur dengan satuan derajat (º). Tanda “+” (plus) menandakan matahari sedang berada di utara khatulistiwa sedangkan tanda “-” (minus) menandakan matahari sedang berada di selatan garis khatulistiwa. Jarak matahari dari garis khatulistiwa dalam istilah astronomi disebut dengan deklinasi (declination). Deklinasi bernilai nol ketika matahari berada di atas garis khatulistiwa, yaitu pada tanggal 20-21 Maret dan 22-23 September.
Sistem pengukuran deklinasi matahari sama dengan sistem pengukuran lintang sebuah tempat, yaitu nilai jarak dalam satuan derajat terhadap garis khatulistiwa. Oleh karena itu, semua daerah yang berada dalam lintang 23.5º LU sampai 23.5º LS akan dilewati oleh matahari 2 kali dalam setahun. Sekali ketika matahari sedang bergeser menjauhi garis khatulistiwa dan sekali lagi ketika matahari kembali ke garis khatulistiwa. Daerah yang mempunyai lintang lebih besar dari 23.5º tidak pernah dilewati oleh matahari.

Untuk mengetahui kapan matahari melintasi sebuah daerah, yang pertama kita harus mengetahui dulu nilai lintang tempat daerah tersebut. Misalnya untuk kota lhokseumawe, nilai lintang tempat untuk kota ini adalah 5° 11′ LU, artinya letak kota lhokseumawe 5° 11′ sebelah utara garis khatulistiwa. Langkah selanjutnya adalah mencari kapan deklinasi matahari bernilai + 5° 11′. Nilai deklinasi matahari ini bisa diperoleh dengan menggunakan tabel deklinasi. Dari tabel didapat bahwa nilai deklinasi yang mendekati nilai lintang tempat kota lhokseumawe adalah pada tanggal 3 April dan 10 September. Sehingga matahari akan terlihat melintasi kota lhokseumawe pada tanggal 3 April dan 10 September tersebut.

Ada fenomena penting ketika matahari sedang melewati sebuah daerah, yaitu titik kulminasi/istiwak matahari akan berada tepat di atas kepala (zenit) pengamat yang sedang berada di daerah tersebut, sehingga pada saat itu pengamat tidak memiliki bayangan. Untuk kasus Lhokseumawe di atas, maka pada tanggal  3 April dan 10 September matahari akan tepat berada di atas kepala ketika kulminasi/istiwak terjadi. Dalam ilmu falak, kulminasi/istiwak tepat di atas kepala dikenal dengan istilah istiwak a’dham.

Kulminasi/istiwak adalah kejadian dimana matahari mencapai titik tertingginya di langit, yaitu ketika dia berada pada perbatasan belahan langit timur dan barat (meridian). Dalam penentuan waktu shalat, kulminasi/istiwak merupakan awal waktu shalat Zuhur.

Memperbaiki Arah Qiblat Ketika Istiwak A’dham Di Atas Ka’ba

Ka’bah sebagai kiblat umat Islam mempunyai lintang tempat 21o 25′ LU. Deklinasi matahari yang bernilai + 21o 25’ terjadi pada tanggal 28 Mei dan 16 Juli. Sehingga pada tanggal tersebut matahari akan melintasi tepat di atas Ka’bah. Untuk tanggal 28 Mei matahari tepat berada di atas ka’bah pada pukul 16:18 WIB sedangkan untuk tanggal 16 Juli kejadian yang sama terjadi pada pukul 16:27 WIB.

 

(Cara menentukan arah kiblat ketika matahari tepat berada di atas Ka’bah. Sumber: bersamadakwah.com)


(Bayangan benda tegak mengarah ke arah Ka’bah ketika matahari tepat berada di atas Ka’bah. Sumber: rukyatulhilal.org)

Ketika matahari tepat berada di atas Ka’bah maka seluruh bayangan benda tegak akan mengarah ke Ka’bah, Sehingga arah bayangan itu merupakan arah kiblat.

Caranya sangat mudah dengan hanya menggunakan bandul atau tiang tegak pada tanggal dan jam di mana matahari berada di atas Ka’bah. Maka bayangan yang dihasilkan adalah tepat mengarah ke Ka’bah atau kiblat.

Demikian semoga bermamfaat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar