Jumat, 13 Februari 2015

LAKUKAN AMALAN INI UNTUK MENGELUARKAN DOSA DARI JASAD



Inilah amalan yang menjadi salah satu penentu sah atau tidaknya shalat seorang muslim. Inilah amalan yang wajib dilakukan jika seseorang hendak melakukan shalat. Jika amalan ini batal, batal pula shalat seseorang dan wajib baginya untuk mengulang amalan ini.

Inilah amalan yang disunnahkan oleh Nabi untuk menjaganya. Bukan hanya ketika hendak mendirikan shalat, melainkan sepanjang hari dalam kehidupan seorang hamba. Bahkan saat hendak tidur, Rasulullah amat menganjurkan umatnya senantiasa dalam keadaan suci lantaran menjalankan amalan ini.

Sebab senantiasa memperbarui amalan ini saat batal dan mendirikan dua rakaat sunnah setelahnya, sahabat Bilal bin Rabah dikabarkan oleh Rasulullah telah terdengar langkahnya di surga. Padahal saat itu muadzin Rasulullah tersebut masih hidup di dunia.

Kelak di hari Kiamat, kaum muslimin bisa dikenali dengan amalan ini. Karena anggota tubuh yang digunakan dalam amalan ini akan mengeluarkan cahaya putih.

“Sesungguhnya umatku diseru pada hari Kiamat dalam keadaan putih berseri”, sebabnya adalah, “lantaran bekas wudhu.” Hadits nan mulia ini diriwayatkan oleh Muttafaq ‘Alaih.

Dalam banyak riwayat tentang anjuran mendatangi shalat berjamaah awal waktu di masjid pun, Nabi memulainya dengan wasiat, “Barang siapa berwudhu dengan sempurna…” Kemudian melangkah ke masjid tuk hadiri shalat berjamaah, maka Allah Ta’ala akan ampuni dosa orang tersebut dan mengangkat derajatnya.

Amalan ini pula yang dijanjikan oleh Nabi akan beroleh pahala nan melimpah saat disempurnakan pelaksanaannya ketika kondisi dingin nan menggigit tulang.

Amalan ini juga disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai salah satu amalan yang pahalanya dihapuskan dosa bagi pelakunya.

“Barang siapa yang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya,” sabda Nabi sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim, “niscaya keluarlah kesalahan-kesalahan dari jasadnya.” Pungkas Rasulullah dalam hadits dari Utsman bin Affan ini, “Sampai keluar dari bawah kuku-kukunya.”

Subhanallah wal hamdulillah. Bahkan untuk amalan yang amat bermanfaat secara medis bagi pelakunya ini, Allah Ta’ala menyediakan pahala yang amat kelak di akhirat.

Menafsirkan banyak hadits keutamaan wudhu ini, Imam al-Ghazali menekankan pada aspek ruhani. Bahwa orang beriman yang rajin menjaga wudhu, mereka juga berkewajiban menjaga kesucian hati dari aneka jenis penyakitnya. Baik itu dengki, iri, nifaq, riya’, dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar