Dikisahkan, beberapa abad lalu di masa akhir era tabi’in, hidup seorang pemuda dari kalangan biasa namun saleh luar biasa.
Suatu hari, pemuda yang dikisahkan bernama Tsabit bin Zutho tersebut sedang berjalan di pinggiran Kota Kufah, Irak. Terdapat sungai yang jernih dan menyejukkan di sana. Tiba-tiba, sebuah apel segar tampak hanyut di sungai itu.Dalam kondisi yang lapar, Tsabit pun memungut apel tersebut. Rezeki yang datang tiba-tiba, sebuah apel datang tanpa diduga di saat yang tepat.
Tanpa pikir panjang, ia pun memakannya, mengisi perutnya yang keroncongan. Baru segigit menikmati apel merah nan manis itu, Tsabit tersentak. Milik siapa apel ini? bisiknya dalam hati. Meski menemukannya di jalanan, Tsabit merasa bersalah memakan apel tanpa izin empunya. Bagaimanapun juga, pikir Tsabit, buah apel dihasilkan sebuah pohon yang ditanam seseorang. '”Bagaimana bisa aku memakan sesuatu yang bukan milikku,” kata Tsabit menyesal.
Ia pun kemudian menyusuri sungai. Dari manakah aliran air membawa apel segar itu? Tsabit berpikir akan bertemu dengan pemilik buah dan meminta kerelaannya atas apel yang sudah digigitnya itu.
Cukup jauh Tsabit menyusuri aliran sungai hingga ia melihat sebuah kebun apel. Beberapa pohon apel tumbuh subur di samping sungai. Rantingnya menjalar dekat sungai. Tak mengherankan jika buahnya sering kali jatuh ke sungai dan hanyut terbawa arus air.
Tsabit pun segera mencari pemilik kebun. Ia mendapati seseorang tengah menjaga kebun apel tersebut. Tsabit menghampirinya seraya berkata, “Wahai hamba Allah, apakah apel ini berjenis sama dengan apel di kebun ini? Saya sudah mengigit apel ini, apa kau memaafkan saya?” kata Tsabit sembari menunjukkan apel yang telah dimakan segigit itu.
Namun, penjaga kebun itu menjawab, “Saya bukan pemilik kebun apel ini. Bagaimana saya dapat memaafkanmu, sementara saya bukan pemiliknya? Pemilik kebunlah yang berhak memaafkanmu.” Lalu, penjaga kebun itu pun berkata, “Rumahnya (pemilik kebun apel) cukup jauh, sekitar lima mil dari sini.”
Walau harus menempuh jarak sekitar delapan kilometer, Tsabit tak putus asa untuk mencari keridaan pemilik apel. Akhirnya, ia sampai di sebuah rumah dengan perasaan gelisah, apakah si pemilik kebun akan memaafkannya. Tsabit merasa takut sang pemilik tak meridai apelnya yang telah jatuh ke sungai digigit olehnya.
Mengetuk pintu, Tsabit mengucapkan salam. Seorang pria tua, si pemilik kebun apel, membuka pintu.
“Wahai hamba Allah, saya datang ke sini karena saya telah menemukan sebuah apel dari kebun Anda di sungai, kemudian saya memakannya. Saya datang untuk meminta kerelaan Anda atas apel ini. Apakah Anda meridainya? Saya telah mengigitnya dan ini yang tersisa,” ujar Tsabit memegang apel yang digigitnya.
Agak lama pemilik kebun apel itu terdiam mendengar ucapan Tsabit. Lalu, Tsabit pun tersentak ketika sang tuan rumah berkata, “Tidak, saya tidak merelakanmu, Nak!”
Penasaran dengan pemilik kebun apel yang mempermasalahkan satu butir apel, Tsabit menanyakan apa yang harus ia lakukan agar tindakannya itu dimaafkan. “Aku tidak memaafkanmu, demi Allah, kecuali jika kau memenuhi persyaratanku,” kata pria tua itu.
“Persyaratan apa itu?” tanya Tsabit harap-harap cemas.
“Kau harus menikahi putriku.”
Menikahi seorang wanita bukanlah sebuah hukuman, pikir Tsabit. “Benarkah itu yang menjadi syarat Anda? Anda memaafkan saya dan saya menikahi putri Anda? Itu adalah anugerah yang besar,” tanya Tsabit tak percaya.
Begitu terperanjatnya Tsabit ketika pemilik kebun itu berkata bahwa putrinya yang harus Tsabit nikahi merupakan wanita cacat. “Putriku itu buta, tuli, bisu, dan lumpuh. Tak mampu berjalan, apalagi berdiri. Kalau kau menerimanya maka saya akan memaafkanmu, Nak,” kata pria tua.
Syarat yang mungkin sulit masuk di akal, hukuman yang harus ditanggung Tsabit hanya karena mengigit sebutir apel yang temukan di sungai. Namun, hal yang lebih mengejutkan, Tsabit menerima syarat tersebut karena merasa tak memiliki pilihan lain.
Sementara, ia tak ingin berdosa mengambil hak yang bukan miliknya. Tsabit, seorang pemuda tampan, harus menikahi wanita cacat hanya karena menemukan sebuah apel.
“Datanglah ba’da Isya untuk berjumpa dengan istrimu,” kata pemilik kebun.
***
Malam hari usai shalat Isya, Tsabit pun menemui calon istrinya yang cacat. Ia masuk ke kamar pengantin wanita dengan langkah yang berat.
Hatinya dipenuhi pergolakan luar biasa, namun pemuda gagah itu tetap bertekad memenuhi syarat sang pemilik apel. Tsabit pun mengucapkan salam seraya masuk ke kamar istrinya.
Betapa terkejutnya Tsabit ketika mendengar jawaban salam dari wanita yang suaranya lembut nan merdu. Tak hanya itu, wanita itu mampu berdiri dan menghampiri Tsabit.
Begitu cantik paras si wanita, tanpa cacat apa pun di anggota tubuhnya yang lengkap. Tsabit kebingungan, ia berpikir salah memasuki kamar dan salah menemui wanita yang seharusnya merupakan istrinya yang buta, tuli, bisu, dan lumpuh.
Tak percaya, Tsabit pun mempertanyakan si gadis bak bidadari tersebut. Namun, Tsabit tidak salah, ialah putri pemilik kebun apel yang dinikahkan dengannya. “Apa yang dikatakan ayah tentang aku?” tanya si gadis mendapati suaminya mempertanyakan dirinya seolah tak percaya.
“Ayahmu berkata kau adalah seorang gadis buta,” kata Tsabit.
“Demi Allah, ayahku berkata jujur, aku buta karena aku tidak pernah melihat sesuatu yang dimurkai Allah,” jawab si gadis membuat Tsabit kagum.
“Ayahmu juga berkata bahwa kau bisu,” ujar Tsabit masih dalam nada heran.
“Ya benar, aku tidak pernah mengucapkan satu kalimat pun yang membuat Allah murka,” kata si gadis.
“Tapi, Ayahmu mengatakan, kamu bisu dan tuli.”
“Ayahku benar, demi Allah. Aku tidak pernah mendengar satu kalimat pun, kecuali di dalamnya terdapat rida Allah.”
“Tapi, ayahmu juga bilang bahwa kau lumpuh.”
“Ya, ayah benar dan tidak berdusta. Aku tidak pernah melangkahkan kakiku ke tempat yang Allah murkai,” ujar si gadis yang membuat Tsabit begitu terpesona.
Tsabit memandangi istrinya yang cantik jelita itu. Ia pun mengucapkan syukur.
Sang pemilik kebun kagum dengan sifat kehati-hatian Tsabit dalam memakan sesuatu hingga jelas kehalalannya.
Melihat kegigihan dan kesalehan Tsabit, ia pun berkeinginan menjadikannya menantu, menikahkannya dengan putrinya yang salehah.
Dari pernikahan tersebut, lahir seorang ulama shalih, mujadid yang sangat terkenal, yakni Nu’man bin Tsabit atau yang lebih dikenal dengan nama Al-Imam Abu Hanifah.
Bersama istrinya yang salehah, Tsabit mendidik putranya menjadi salah satu imam besar dari empat madzab.
Kisah pemuda yang bukan lain adalah ayah dari Imam Abu Hanifah tersebut terdapat dalam kitab terkenal “Al-Aghani” karya Abu Al-Faraj Al-Isbahani.
Buku terkenal dalam kesusastraan Arab tersebut berisi tentang sajak lagu serta informasi biografi dari tokoh-tokoh Islam terdahulu, para tabi’in dan tabi’ut tabi’in di masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyyah.
Sebagaimana diketahui, Abu Hanifah merupakan ulama cerdas ahli fikih dan ahli ra’yi, pelopor mazhab Hanafi. Ia lahir di Kufah, ibukota Dinasti Umayyah, pada 80 hijriah atau 699 masehi. Kitabnya yang terkenal, yakni “Kitabul-Athar” dan “Fiqh al-Akbar”, yang hingga kini menjadi rujukan hukum fikih bagi para pengikut madzhab Hanafi di seluruh dunia.
Dalam mempelajari hadis, Abu Hanifah sempat bertemu dengan sahabat Rasulullah, Anas bin Malik, yang wafat tahun 93 hijriah. Di masa remajanya, Abu Hanifah menghabiskan waktu untuk mempelajari hadis Rasulullah.
Saat ini, mazhab Hanafi merupakan satu dari empat mazhab yang paling banyak dianut Muslim Sunni di dunia. Mazhab tersebut juga menjadi dasar kekhalifahan masa Dinasti Abbasiyyah dan Turki Usmani, serta dianut oleh Kekaisaran Mughal di India.
Di era sekarang, mazhab Hanafi banyak digunakan Muslim di beberapa negara Timur Tengah dan Asia Selatan, seperti Turki, Afghanistan, India, Pakistan, Bangladesh, serta di Suriah, Lebanon, Turki, Iran, Irak, dan Palestina.
MENINGGALKAN SYUBHAT
Banyak hikmah yang dapat dipetik dari Kisah Pemuda dan Buah Apel tersebut. Di antaranya, meninggalkan syubhat, yakni perkara yang samar dan meragukan.
Sang pemuda, Tsabit, meragukan kehalalan apel yang didapatkannya tanpa membeli, menanam, atau pun dari pemberian.
Ia pun meyakinkan kehalalan terhadap apa yang dimakannya tersebut dengan meminta keridaan sang pemilik.
Tsabit sangat berhati-hati terhadap apa yang ia masukkan ke perutnya. Meski menemukannya di jalan yang seharusnya tak lagi dimiliki orang lain, Tsabit merasa ragu ia akan melanggar hak kepemilikan si pemilik kebun.
Ia takut bahwa memakan harta orang lain dapat membawa kemurkaan Allah. Maka, Tsabit pun meminta izin dari sang pemilik apel.
Allah dalam firmannya pun telah mewanti-wanti Muslimin agar tak terhanyut dengan perkara syubhat. Pasalnya, syubhat sering kali membawa seseorang terjatuh pada keharaman karena meremehkan perkara tersebut.
“Katakanlah, tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu. Maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS al-Maidah: 100).
Rasulullah pun menyebutkan dalam hadis An-Nu’man bin Basyir, “Siapa yang terjatuh ke dalam syubhat (perkara yang samar), berarti dia jatuh ke dalam perkara yang haram,” sabda Rasul.
Dalam hadis yang lain, Rasulullah juga memerintahkan Muslimin agar meninggalkan segala perkara syubhat. “Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu!”
Seringkali kita lalai pada perkara syubhat dan tanpa sadar jatuh pada keharaman. Bahkan, tak sedikit pula yang justru dengan sadar melakukan perbuatan yang diharamkan.
Dari kisah ini, dapat diambil pelajaran agar berhati-hati dan menjauhkan diri dari segala perkara haram dan syubhat. Setiap Muslim hendaknya melakukan sesuatu yang telah jelas kehalalannya. Setiap makanan, pakaian, harta harus dipastikan kehalalannya.
Selain itu, terdapat hikmah lain yang dapat kita petik dari kisah Tsabit dan gadis yang salehah, yakni pria saleh akan mendapat atau berjodoh dengan wanita yang salehah, demikian pula sebaliknya.
Tsabit seorang pemuda saleh yang tanpa diduga ia pun menikahi wanita yang sangat salehah. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik ,dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)...,” demikian (QS an Nur: 26).
Minggu, 16 Agustus 2015
Sabtu, 15 Agustus 2015
Apa itu ISLAM ??
SEUMUR hidup, kita mungkin sudah memeluk agama Islam. Tapi ketika kita ditanya tentang apa itu Islam, mungkin kita juga agak sulit mendefinisikannya. Jawabannya mungkin, Islam ya Islam, agama yang kita anut.
Islam adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan lebih dari satu seperempat miliar orang pengikut di seluruh dunia menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen. Islam memiliki arti “penyerahan”, atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Allāh).
Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti “seorang yang tunduk kepada Allah”, atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.
Aspek kebahasaan
Islam berasal dari kata Arab Aslama-Yuslimu-Islaman yang secara kebahasaan berarti ‘Menyelamatkan’ misal teks ‘Assalamu Alaikum’ yang berarti Semoga Keselamatan menyertai kalian semuanya. Islam/Islaman adalah Masdar/Kata benda sebagai bahasa penunjuk dari Fi’il/Kata kerja yaitu ‘Aslama’ =Telah Selamat (Past Tense) dan ‘Yuslimu’ =Menyelamatkan (Past Continous Tense).
Kata triliteral semitik ‘S-L-M’ menurunkan beberapa istilah terpenting dalam pemahaman mengenai keislaman, yaitu Islam dan Muslim. Kesemuanya berakar dari kata Salam yang berarti kedamaian. Kata Islam lebih spesifik lagi didapat dari bahasa Arab Aslama, yang bermakna “untuk menerima, menyerah atau tunduk” dan dalam pengertian yang lebih jauh kepada Tuhan.
Aspek kemanusiaan
Dengan demikian, Islam berarti penerimaan dari dan penyerahan diri kepada Tuhan, dan penganutnya harus menunjukkan ini dengan menyembah-Nya, menuruti perintah-Nya, dan menghindari politheisme. Perkataan ini memberikan beberapa maksud dari al-Qur’an. Dalam beberapa ayat, kualitas Islam sebagai kepercayaan ditegaskan: “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam…”.
Ayat lain menghubungkan Islām dan dīn (lazimnya diterjemahkan sebagai “agama”): “…Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” Namun masih ada yang lain yang menggambarkan Islam itu sebagai perbuatan kembali kepada Tuhan-lebih dari hanya penyataan pengesahan keimanan.
Kepercayaan
Kepercayaan dasar Islam dapat ditemukan pada dua kalimah shahādatāin (“dua kalimat persaksian”), yaitu “asyhadu an-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah” – yang berarti “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw adalah utusan Allah”. Esensinya adalah prinsip keesaan Tuhan dan pengakuan terhadap kenabian Muhammad. Adapun bila seseorang meyakini dan kemudian mengucapkan dua kalimat persaksian ini, ia dapat dianggap telah menjadi seorang muslim dalam status sebagai mualaf (orang yang baru masuk Islam dari kepercayaan lamanya).
Kaum Muslim percaya bahwa Allah mengutus Muhammad sebagai Nabi terakhir setelah diutusnya Nabi Isa 6 abad sebelumnya. Agama Islam mempercayai bahwa al-Qur’an dan Sunnah (setiap perkataan dan perbuatan Muhammad) sebagai sumber hukum dan peraturan hidup yang fundamental. Mereka tidak menganggap Muhammad sebagai pengasas agama baru, melainkan sebagai penerus dan pembaharu kepercayaan monoteistik yang diturunkan kepada Ibrahim, Musa, Isa, dan nabi oleh Tuhan yang sama. Islam menegaskan bahwa agama Yahudi dan Kristen belakangan setelah kepergian para nabinya telah membelokkan wahyu yang Tuhan berikan kepada nabi-nabi ini dengan mengubah teks dalam kitab suci, memperkenalkan intepretasi palsu, ataupun kedua-duanya.
Umat Islam juga meyakini al-Qur’an yang disampaikan oleh Allah kepada Muhammad. melalui perantara Malaikat Jibril adalah sempurna dan tidak ada keraguan di dalamnya (Al-Baqarah [2]:2). Di dalam al-Qur’an Allah juga telah berjanji akan menjaga keotentikan al-Qur’an hingga akhir zaman.
Adapun sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur’an, umat Islam juga diwajibkan untuk beriman dan meyakini kebenaran kitab suci dan firman-Nya yang diturunkan sebelum al-Qur’an (Zabur, Taurat, Injil dan suhuf para nabi-nabi yang lain) melalui nabi dan rasul terdahulu sebelum Muhammad.Uma t Islam juga percaya bahwa selain al-Qur’an, seluruh firman Allah terdahulu telah mengalami perubahan oleh manusia. Mengacu pada kalimat di atas, maka umat Islam meyakini bahwa al-Qur’an adalah satu-satunya kitab Allah yang benar-benar asli dan sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.
Umat Islam meyakini bahwa agama yang dianut oleh seluruh nabi dan rasul utusan Allah sejak masa Adam adalah satu agama yang sama dengan (tauhid|satu Tuhan yang sama), dengan demikian tentu saja Ibrahim juga menganut ketauhidan secara hanif (murni) yang menjadikannya seorang muslim. Pandangan ini meletakkan Islam bersama agama Yahudi dan Kristen dalam rumpun agama yang mempercayai Nabi Ibrahim as. Di dalam al-Qur’an, penganut Yahudi dan Kristen sering direferensikan sebagai Ahli Kitab atau orang-orang yang diberi kitab.
www.islampos.com
Islam adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan lebih dari satu seperempat miliar orang pengikut di seluruh dunia menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen. Islam memiliki arti “penyerahan”, atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Allāh).
Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti “seorang yang tunduk kepada Allah”, atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.
Aspek kebahasaan
Islam berasal dari kata Arab Aslama-Yuslimu-Islaman yang secara kebahasaan berarti ‘Menyelamatkan’ misal teks ‘Assalamu Alaikum’ yang berarti Semoga Keselamatan menyertai kalian semuanya. Islam/Islaman adalah Masdar/Kata benda sebagai bahasa penunjuk dari Fi’il/Kata kerja yaitu ‘Aslama’ =Telah Selamat (Past Tense) dan ‘Yuslimu’ =Menyelamatkan (Past Continous Tense).
Kata triliteral semitik ‘S-L-M’ menurunkan beberapa istilah terpenting dalam pemahaman mengenai keislaman, yaitu Islam dan Muslim. Kesemuanya berakar dari kata Salam yang berarti kedamaian. Kata Islam lebih spesifik lagi didapat dari bahasa Arab Aslama, yang bermakna “untuk menerima, menyerah atau tunduk” dan dalam pengertian yang lebih jauh kepada Tuhan.
Aspek kemanusiaan
Dengan demikian, Islam berarti penerimaan dari dan penyerahan diri kepada Tuhan, dan penganutnya harus menunjukkan ini dengan menyembah-Nya, menuruti perintah-Nya, dan menghindari politheisme. Perkataan ini memberikan beberapa maksud dari al-Qur’an. Dalam beberapa ayat, kualitas Islam sebagai kepercayaan ditegaskan: “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam…”.
Ayat lain menghubungkan Islām dan dīn (lazimnya diterjemahkan sebagai “agama”): “…Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” Namun masih ada yang lain yang menggambarkan Islam itu sebagai perbuatan kembali kepada Tuhan-lebih dari hanya penyataan pengesahan keimanan.
Kepercayaan
Kepercayaan dasar Islam dapat ditemukan pada dua kalimah shahādatāin (“dua kalimat persaksian”), yaitu “asyhadu an-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah” – yang berarti “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw adalah utusan Allah”. Esensinya adalah prinsip keesaan Tuhan dan pengakuan terhadap kenabian Muhammad. Adapun bila seseorang meyakini dan kemudian mengucapkan dua kalimat persaksian ini, ia dapat dianggap telah menjadi seorang muslim dalam status sebagai mualaf (orang yang baru masuk Islam dari kepercayaan lamanya).
Kaum Muslim percaya bahwa Allah mengutus Muhammad sebagai Nabi terakhir setelah diutusnya Nabi Isa 6 abad sebelumnya. Agama Islam mempercayai bahwa al-Qur’an dan Sunnah (setiap perkataan dan perbuatan Muhammad) sebagai sumber hukum dan peraturan hidup yang fundamental. Mereka tidak menganggap Muhammad sebagai pengasas agama baru, melainkan sebagai penerus dan pembaharu kepercayaan monoteistik yang diturunkan kepada Ibrahim, Musa, Isa, dan nabi oleh Tuhan yang sama. Islam menegaskan bahwa agama Yahudi dan Kristen belakangan setelah kepergian para nabinya telah membelokkan wahyu yang Tuhan berikan kepada nabi-nabi ini dengan mengubah teks dalam kitab suci, memperkenalkan intepretasi palsu, ataupun kedua-duanya.
Umat Islam juga meyakini al-Qur’an yang disampaikan oleh Allah kepada Muhammad. melalui perantara Malaikat Jibril adalah sempurna dan tidak ada keraguan di dalamnya (Al-Baqarah [2]:2). Di dalam al-Qur’an Allah juga telah berjanji akan menjaga keotentikan al-Qur’an hingga akhir zaman.
Adapun sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur’an, umat Islam juga diwajibkan untuk beriman dan meyakini kebenaran kitab suci dan firman-Nya yang diturunkan sebelum al-Qur’an (Zabur, Taurat, Injil dan suhuf para nabi-nabi yang lain) melalui nabi dan rasul terdahulu sebelum Muhammad.Uma t Islam juga percaya bahwa selain al-Qur’an, seluruh firman Allah terdahulu telah mengalami perubahan oleh manusia. Mengacu pada kalimat di atas, maka umat Islam meyakini bahwa al-Qur’an adalah satu-satunya kitab Allah yang benar-benar asli dan sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.
Umat Islam meyakini bahwa agama yang dianut oleh seluruh nabi dan rasul utusan Allah sejak masa Adam adalah satu agama yang sama dengan (tauhid|satu Tuhan yang sama), dengan demikian tentu saja Ibrahim juga menganut ketauhidan secara hanif (murni) yang menjadikannya seorang muslim. Pandangan ini meletakkan Islam bersama agama Yahudi dan Kristen dalam rumpun agama yang mempercayai Nabi Ibrahim as. Di dalam al-Qur’an, penganut Yahudi dan Kristen sering direferensikan sebagai Ahli Kitab atau orang-orang yang diberi kitab.
www.islampos.com
Minggu, 09 Agustus 2015
Keluarlah dari zona nyaman
ADA sebuah kisah dari seekor monyet yang kelaparan. Disebabkan musim yang kurang bagus, makanan pun menjadi sulit didapat. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk berkeliling mencari makanan.
Di perjalanan ia melihat pisang yang begitu menggiurkan. Terlihat pisang itu masih begitu segar dan sudah matang. Tak berpikir panjang ia langsung menghampiri pisang itu. Namun, ada yang janggal, pisang tersebut berada di dalam toples. Ia lalu memutar-mutar toples tersebut dan menemukan lubang. Ia langsung saja memasukkan tangannya ke dalam toples tersebut. Hingga akhirnya, tangan itu tidak bisa dilepaskan dari dalam toples. Ia terus berusaha manarik pisang itu dan mencoba mengeluarkan tangannya. Tak berselang lama, para pemburu datang menghampiri monyet itu dan menangkapnya.
Dalam hidup ini, kebanyakan kita cenderung bergantung pada sesuatu atau seseorang dan menolak untuk melepaskannya. Kemudian kita meyakinkan diri kita bahwa kita memang membutuhkannya, tidak bisa lepas, bahkan tidak bisa hidup tanpa orang atau benda ini.
Kita terus memegang pada apa yang kita miliki pada keyakinan keliru dan pada keadaan fisik yang buruk. Masalahnya adalah hal tersebut kita anggap aman, pasti dan sudah biasa.
Lihatlah monyet itu. Ia terus berusaha menggenggam pisang tersebut, sebab ia merasa pisang itulah yang terbaik, yang mudah karena sudah digenggam. Coba kalau dia melepaskan pisang itu dan mencari lagi di tempat yang lain, mungkin ia akan menemukan pisang yang lebih baik dari itu dan ia pun akan merasa aman.
Apakah Anda masih berpikir mencari yang pasti-pasti saja? Apakah Anda berpikir mencari yang aman saja? Apakah Anda masih berpikir yang mudah dan biasa saja?
Itulah pisang yang ada di genggaman Anda. Anda bisa terjebak dan tidak bisa pergi kemana-mana. Mungkin nasib Anda tidak akan seperti monyet yang ditangkap manusia. Tapi, Anda akan termakan waktu hidup dalam jebakan.
Ya, jebakan itulah yang biasa kita sebut sebagai zona nyaman. Jika Anda ingin meraih kesuksesan, maka Anda harus bisa melepaskan diri dari zona nyaman itu dan mulailah menggapai zona sukses. Perlu tekad dan keyakinan yang tinggi dan keberanian yang besar untuk meninggalkan zona nyaman Anda. Karena hidup itu pilihan, maka jangan sia-siakan waktu Anda dengan pilihan yang salah. Mulailah untuk berani menghadapi tantangan kehidupan yang baru. Walau sulit, tapi insya Allah hasilnya akan lebih baik.
Di perjalanan ia melihat pisang yang begitu menggiurkan. Terlihat pisang itu masih begitu segar dan sudah matang. Tak berpikir panjang ia langsung menghampiri pisang itu. Namun, ada yang janggal, pisang tersebut berada di dalam toples. Ia lalu memutar-mutar toples tersebut dan menemukan lubang. Ia langsung saja memasukkan tangannya ke dalam toples tersebut. Hingga akhirnya, tangan itu tidak bisa dilepaskan dari dalam toples. Ia terus berusaha manarik pisang itu dan mencoba mengeluarkan tangannya. Tak berselang lama, para pemburu datang menghampiri monyet itu dan menangkapnya.
Dalam hidup ini, kebanyakan kita cenderung bergantung pada sesuatu atau seseorang dan menolak untuk melepaskannya. Kemudian kita meyakinkan diri kita bahwa kita memang membutuhkannya, tidak bisa lepas, bahkan tidak bisa hidup tanpa orang atau benda ini.
Kita terus memegang pada apa yang kita miliki pada keyakinan keliru dan pada keadaan fisik yang buruk. Masalahnya adalah hal tersebut kita anggap aman, pasti dan sudah biasa.
Lihatlah monyet itu. Ia terus berusaha menggenggam pisang tersebut, sebab ia merasa pisang itulah yang terbaik, yang mudah karena sudah digenggam. Coba kalau dia melepaskan pisang itu dan mencari lagi di tempat yang lain, mungkin ia akan menemukan pisang yang lebih baik dari itu dan ia pun akan merasa aman.
Apakah Anda masih berpikir mencari yang pasti-pasti saja? Apakah Anda berpikir mencari yang aman saja? Apakah Anda masih berpikir yang mudah dan biasa saja?
Itulah pisang yang ada di genggaman Anda. Anda bisa terjebak dan tidak bisa pergi kemana-mana. Mungkin nasib Anda tidak akan seperti monyet yang ditangkap manusia. Tapi, Anda akan termakan waktu hidup dalam jebakan.
Ya, jebakan itulah yang biasa kita sebut sebagai zona nyaman. Jika Anda ingin meraih kesuksesan, maka Anda harus bisa melepaskan diri dari zona nyaman itu dan mulailah menggapai zona sukses. Perlu tekad dan keyakinan yang tinggi dan keberanian yang besar untuk meninggalkan zona nyaman Anda. Karena hidup itu pilihan, maka jangan sia-siakan waktu Anda dengan pilihan yang salah. Mulailah untuk berani menghadapi tantangan kehidupan yang baru. Walau sulit, tapi insya Allah hasilnya akan lebih baik.
Sabtu, 08 Agustus 2015
Harta Haram penyebab Penyakit
DALAM agama kita, ya betul agama Islam, zat yang haram atau metody yang diharamkan merupakan salah satu penyebab bencana besar dalam diri manusia, bila kita lihat dan analisis dari media media yang menayangkan kasus korupsi maka yang kita lihat mereka tidak akan jauh dari penjara, penyakit, keturunan nya menjadi jauh dari Alloh dan banyak lagi hal hal yang di akibatkan karna berhubungan dengan zat haram.Mengapa harta haram bisa melahirkan kecemasan, penyakit, dan akibat-akibat buruk lainnya? Apa yang terjadi di dalam tubuh ketika kita mengonsumsi barang haram? Seperti apa prosesnya? Ada sebuah ilustrasi yang layak dikemukakan.
Ketika seorang bapak memberikan uang kepada istrinya untuk dibelikan makanan bagi anak-anak mereka, sang istri tercinta dengan sigapnya berbelanja daging di pasar. Semua tampak biasa dan wajar-wajar saja. Akan tetapi, jika ternyata uang yang didapat bapak tadi bukan uang halal, jalan ceritanya akan panjang dan pasti tidak akan “happy ending”.
Apalagi sang ibu dalam cerita ini rupanya tengah berbadan dua. Cerita pun berlanjut. Setelah diusut, ternyata uang yang dibawa pulang bapak tadi adalah uang komisi yang tidak semestinya diterima. Bapak yang pegawai senior sebuah instansi itu tentu mengetahui dan dapat membedakan mana haknya dan mana yang bukan. Karena desakan hawa nafsu ingin tampil sebagai seorang kepala keluarga yang prestatif dan dapat menduduki kedudukan terhormat di hadapan istri dan keluarganya, uang itu dia terima.
Dengan senang hatikah? Tentu tidak. Dengan jantung berdebar, sampai-sampai ia sendiri merasa bahwa jantungnya bisa saja putus saat itu juga. Keringat dingin meleleh di sepanjang tulang punggungnya. Dadanya terasa sesak. Kemeja yang dikenakannya serasa melekat erat bak pakaian senam. Nafas tersenggal-senggal dan kepala terasa pening melayang. Itulah pertanda seluruh tubuhnya sepakat menolak berpartisipasi melakukan perbuatan dosa. Allah Swt berfirman :
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, (Al-Qur’an) yang serupa lagi berulang-ulang. Bergetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka pada waktu mengingat Allah.” (QS. Az-Zumar [39] : 23)
Sayangnya, ia tidak menuruti kata hati dan seluruh system tubuhnya untuk taat kepada Allah. Akibatnya, getaran rasa bersalah itu mengguncangkan system normalitas dan homeostatis alias keseimbangan internal dirinya. Hormon ketakutan yang diperankan skotofobin membuncah dan mendorong ketidakseimbangan hormonal lainnya. Metabolisme tubuh mengalami perubahan secara drastic. Para electron, proton, quark, lepton, boson, dan fermion yang tengah bertasbih dan bertawaf terganggu ritmenya. Akibatnya, mereka membangun sebuah keseimbangan baru sehingga sebagai efek kompensasi. Sebagian dari mereka menjadi liar karena kehilangan pegangan. Sunatullah yang termanifestasi berbagai aturan yang menjamin keteraturan yang bersifat sistemik tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Konsep larangan Pauli yang memisahkan antara electron dan arah spin yang sama dalam orbital Bohr yang berbeda tidak lagi dipatuhi. Para electron semuanya berloncatan dan bertingkah laku semaunya!
Uang yang notabene hanya sekedar kumpulan karbon bebentuk kertas dan sama sekali tidak berdosa apabila terpegang “tangan-tangan kacau” akan tertular dan menunjukkan sifat serupa. Kertas uang akan menjadi media penghantar multilevel dosa (MLD). Sang ibu yang kemudian berbelanja dan membeli setengah kilo daging sapi yang halal karena disembelih dengan menyebut nama Allah, akan terciprat efek dosa. Hal tersebut seperti molekul dalam gerakan Brown yang membentur sana-sini dan berzig-zag kian kemari mencipratkan tetesan dosa akibat dorongan panasnya energy kinetic rasa bersalah. Ketika daging sapi yang halal itu terpegang oleh ibu yang terkena efek gerak Brown dosa, akan berubah menjadi sekumpulan atom C, H, O, N, P, dan K yang resah dan gelisah. Bukankah hampir semua elemen di alam semesta bersifat dielektrik?
Ya, daging itu telah menjadi medium turunan ketiga dari sebuah dosa. Jangankan terpegang, dikantongi plastik saja dan plastik itu “dicengkiwing” hanya oleh satu ibu jari dan dua jari anak buahnya, sifat semi konduktornya tetap akan menjadi penghantar bagi proses multi level dosa.
Ketika daging itu disemur, lalu dimakan beramai-ramai, maka ketika sampai di lambung dan saluran pencernaan, amilase, gastrin, pepsin, tripsin, garam empedu dan juga lipase ogah-ogahan menjamunya karena mereka menganggapnya tidak dikenal.
Jadilah daging itu diolah seenaknya dan tentu semaunya juga! Blok pembangun yang semestinya kelak dapat menjadi bagian dari kesalehan dan kejeniusan otak seorang anak, gagal menjadi protein. Bahkan, banyak diantaranya menjadi gugus sterol alias lemak. Lemak ini akan terakumulasi menjadi hormon steroid dari anak ginjal yang mendorong terciptanya rasa cemas, gelisah, khawatir, dan ketakutan.
Coba bayangkan, hanya dari sekerat daging sapi yang semestinya halal, anak-anak dari keluarga muda itu akan tumbuh menjadi anak-anak pemarah, murung, gelisah dan ketakutan, tanpa mereka pernah mengetahui penyebabnya. Jika mereka dewasa dan menjadi pribadi berakhlak kurang mulia, siapakah yang bertanggung jawab dan terbebani oleh dosanya? Tentu bukan para downliner? Kitalah, para orangtua yang berperan sebagai up-line yang akan menuai badai bonus dosa. Na’udzubillahi mindzalik.
Ketika seorang bapak memberikan uang kepada istrinya untuk dibelikan makanan bagi anak-anak mereka, sang istri tercinta dengan sigapnya berbelanja daging di pasar. Semua tampak biasa dan wajar-wajar saja. Akan tetapi, jika ternyata uang yang didapat bapak tadi bukan uang halal, jalan ceritanya akan panjang dan pasti tidak akan “happy ending”.
Apalagi sang ibu dalam cerita ini rupanya tengah berbadan dua. Cerita pun berlanjut. Setelah diusut, ternyata uang yang dibawa pulang bapak tadi adalah uang komisi yang tidak semestinya diterima. Bapak yang pegawai senior sebuah instansi itu tentu mengetahui dan dapat membedakan mana haknya dan mana yang bukan. Karena desakan hawa nafsu ingin tampil sebagai seorang kepala keluarga yang prestatif dan dapat menduduki kedudukan terhormat di hadapan istri dan keluarganya, uang itu dia terima.
Dengan senang hatikah? Tentu tidak. Dengan jantung berdebar, sampai-sampai ia sendiri merasa bahwa jantungnya bisa saja putus saat itu juga. Keringat dingin meleleh di sepanjang tulang punggungnya. Dadanya terasa sesak. Kemeja yang dikenakannya serasa melekat erat bak pakaian senam. Nafas tersenggal-senggal dan kepala terasa pening melayang. Itulah pertanda seluruh tubuhnya sepakat menolak berpartisipasi melakukan perbuatan dosa. Allah Swt berfirman :
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, (Al-Qur’an) yang serupa lagi berulang-ulang. Bergetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka pada waktu mengingat Allah.” (QS. Az-Zumar [39] : 23)
Sayangnya, ia tidak menuruti kata hati dan seluruh system tubuhnya untuk taat kepada Allah. Akibatnya, getaran rasa bersalah itu mengguncangkan system normalitas dan homeostatis alias keseimbangan internal dirinya. Hormon ketakutan yang diperankan skotofobin membuncah dan mendorong ketidakseimbangan hormonal lainnya. Metabolisme tubuh mengalami perubahan secara drastic. Para electron, proton, quark, lepton, boson, dan fermion yang tengah bertasbih dan bertawaf terganggu ritmenya. Akibatnya, mereka membangun sebuah keseimbangan baru sehingga sebagai efek kompensasi. Sebagian dari mereka menjadi liar karena kehilangan pegangan. Sunatullah yang termanifestasi berbagai aturan yang menjamin keteraturan yang bersifat sistemik tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Konsep larangan Pauli yang memisahkan antara electron dan arah spin yang sama dalam orbital Bohr yang berbeda tidak lagi dipatuhi. Para electron semuanya berloncatan dan bertingkah laku semaunya!
Uang yang notabene hanya sekedar kumpulan karbon bebentuk kertas dan sama sekali tidak berdosa apabila terpegang “tangan-tangan kacau” akan tertular dan menunjukkan sifat serupa. Kertas uang akan menjadi media penghantar multilevel dosa (MLD). Sang ibu yang kemudian berbelanja dan membeli setengah kilo daging sapi yang halal karena disembelih dengan menyebut nama Allah, akan terciprat efek dosa. Hal tersebut seperti molekul dalam gerakan Brown yang membentur sana-sini dan berzig-zag kian kemari mencipratkan tetesan dosa akibat dorongan panasnya energy kinetic rasa bersalah. Ketika daging sapi yang halal itu terpegang oleh ibu yang terkena efek gerak Brown dosa, akan berubah menjadi sekumpulan atom C, H, O, N, P, dan K yang resah dan gelisah. Bukankah hampir semua elemen di alam semesta bersifat dielektrik?
Ya, daging itu telah menjadi medium turunan ketiga dari sebuah dosa. Jangankan terpegang, dikantongi plastik saja dan plastik itu “dicengkiwing” hanya oleh satu ibu jari dan dua jari anak buahnya, sifat semi konduktornya tetap akan menjadi penghantar bagi proses multi level dosa.
Ketika daging itu disemur, lalu dimakan beramai-ramai, maka ketika sampai di lambung dan saluran pencernaan, amilase, gastrin, pepsin, tripsin, garam empedu dan juga lipase ogah-ogahan menjamunya karena mereka menganggapnya tidak dikenal.
Jadilah daging itu diolah seenaknya dan tentu semaunya juga! Blok pembangun yang semestinya kelak dapat menjadi bagian dari kesalehan dan kejeniusan otak seorang anak, gagal menjadi protein. Bahkan, banyak diantaranya menjadi gugus sterol alias lemak. Lemak ini akan terakumulasi menjadi hormon steroid dari anak ginjal yang mendorong terciptanya rasa cemas, gelisah, khawatir, dan ketakutan.
Coba bayangkan, hanya dari sekerat daging sapi yang semestinya halal, anak-anak dari keluarga muda itu akan tumbuh menjadi anak-anak pemarah, murung, gelisah dan ketakutan, tanpa mereka pernah mengetahui penyebabnya. Jika mereka dewasa dan menjadi pribadi berakhlak kurang mulia, siapakah yang bertanggung jawab dan terbebani oleh dosanya? Tentu bukan para downliner? Kitalah, para orangtua yang berperan sebagai up-line yang akan menuai badai bonus dosa. Na’udzubillahi mindzalik.
Dzikir Rasulullah di Pagi Hari
Dzikir dan Doa Rasullah Shalallahu alaihi wassalam pada PAGI hari
1. A’udzubilahi minaSyaithonirRojim…
2. Nabi Shalallahu alaihi wassalambersabda “ Barangsiapa membaca ayat ini(ayat kursi) ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari gangguan hingga sore hari dan Barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari gangguan jin hingga pagi hari”
(Mustadrak AlHakim I/562,Shahih atTarghiib wat Tarhiib I/418 no.662, shahih)
3 Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda “Barangsiapa membaca tiga surat(Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas)setiap pagi dan sore hari sebanyak tiga kali, maka tiga surat tersebut cukup baginya dari segala sesuatu,Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan”. (HR. Abu Dawud no.5082, Tirmidzi no.3575, Ahmad V/312)
4. Astagfirullahi wa atubu ilaihi(100x) .“Aku mohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepadaNYA”Dari Ibnu Umar.r.a Rasullah bersabda “Wahai manusia, bertobatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya Aku bertobat kepadaNYA dalam sehari seratus kali (HR.Muslim no.2075)Nabi bersabda”Barangsiapa mengucapkan ’Astagfirullahi wa atubuila ilaihi’ maka Allah mengampuni dosanya meskipun ia lari dari medan perang”
(HR.Abu Dawud no.1517, Tirmidzi no.3577,Bukhari/Fathul Baari XI/101, Muslim no.2702)
5. Subhanallah wabi Hamdihi (100x)
“Maha Suci Allah Aku MemujiNYA”
Rasullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda “Barangsiapa mengucapkan ‘Subhanallah wabi Hamdihi’ dalam sehari seratus kali, maka akan dihapus dosa2 nya sekalipun sebanyak buih di lautan” (HR.Bukhari, Muslim no.2691)
6. Ashbahna, wa asbaha muluku lillahi walhamdulillahi, Lailaha ilawlah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa a’la kulli syai’in kodir. Robbi as’alukal khair mafi hadzal yaum, wa khair ma ba’dahu, wa A’udzubika min syari ma fi hadzal yaum, wa syari ma ba’dahu. Robbi A’udzubika minal Kasali wa su’il Kibar, wa A’udzubika min Adzabin fi Naar wa adzabi fil Kobr
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah, Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNYA. BagiNYA kerajaan dan bagiNYA segala pujian. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepadaMu kebaikan dihari ini dan kebaikan sesudahnya, Aku berlindung kepadaMU dari kejahatan dihari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, Aku berlindung kepadaMU dari sifat malas dan kejelekan dihari tua. Wahai Rabb, Aku berlindung kepadaMU dari siksa Neraka dan siksa Kubur”. (HR. Muslim no.2723, Abu Dawud no. 5071, Tirmidzi no.3390 )
7. Ashbahna ‘ala fitratil Islam, wa’ ala kalimatil Ikhlas, wa’ ala diini nabiyina Muhammad, wa’ala milati abina Ibrahim, Hanifan musliman wa ma kana minal musyrikin
“ Di waktu pagi kami berada diatas Fitrah agama Islam, kalimat Ikhlas, agama Nabi Muhammad SAW dan Agama ayah kami Ibrahim yang bertdiri diatas jalan yang lurus dan tidak tergolong orang yang Musyrik”. (HR.Ahmad III/406, 407)
8. Allahuma inna nas’aluka ‘ilman Nafi’an, wa rizkan Thoyiban, wa ‘amalan Mutaqobalan.
“Ya Allah Aku memohon ilmu yang bermanfa’at, dan rizki yang halal, serta amal yang diterima”
(HR.Ahmad VI/294,305,318,322)
9. Allahuma bika Ashbahna, wa bika amsaina, wa bika Nahya, wa bika Namut, wa ilaikan Nusyuur.
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolonganMU kami memasuki waktu pagi, dengan rahmat dan pertolonganMU kami memasuki waktu sore, dengan rahmat dan kehendakMU kami hidup, dengan rahmat dan kehendakMU kami mati, fdan KepadaMU kebangkitan (bagi semua kebangkitan)”
(HR,Bukhari dalam Aladab al Mufrad no. 1199)
10. Sayyidul Istighfar
Allahuma Anta robbi la ilaha ila Anta Kholaqtani, wa ana abduka, wa ana a’la Ahdika, wawa’dika mastatho’tsu, A’udzubika min syarri ma shona’tu abu’u laka bi ni’matika A’laya, wa abu’u bi dzanbi, fagfirlii, fa inahu layaghf iru dzunuba ila Anta.
“Ya Allah, engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali engkau, Engkaulah yang menciptakanku, Aku adalah hambaMU, Aku akan setia pada perjanjianku denganMU semampuku, Aku berlindung dari kejelekan yang kuperbuat, Aku mengakui NikmatMu(yang diberikan)kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau”
Barangsiapa membaca dengan yakin di waktu pagi, lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli syurga, Barangsiapa membaca dengan yakin di waktu sore, lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli syurga. (HR. Bukhari no.6306, 6323, AhmadIV/122-125)
11. Allahuma A’fini fi badani, Allahuma Afini fi sam’I, Allahuma Afini fi bashari Lailaha ila Anta. Allahuma ini A’udzubika minal Kufri wal Fakri, wa A’udzubika min adzabil Kobri Lailaha ila Anta (3x)
“Ya Allah selamatkanlah tubuhku dari penyakit, ya Allah selamatkanlah pendengaranku, ya Allah selamatkanlah penglihatanku(dari maksiat), tidak ada yang berhak didibadahi dengan benar kecuali engkau, Ya Allah aku berlindung kepadaMU dari kekufuran dan kefakiran. Aku berliundung kepadaMu dari siksa Kubur tidak ada yang berhak didibadahi dengan benar kecuali engkau” (HR,Bukhari, Al adab al Mufrad no. 701)
12. Allahuma ini as’aluka afwa, wal a’fiah fi dunia wal akhirah, Allahuma ini as’aluka afwa, wal a’fiah fi diin wa dunia wal ahli wa maali, Allahuma astur ‘aurati wa min ra’ati Allahuma ahfadhni min baini yadayya, wa min kholfi, wa ‘an yamini wa ‘an syimali wa min fauqi, wa Audzu bi’adzomatika an ‘ughtala min tahti.
“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat, Ya Allah aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam Agama, dunia,keluarga dan hartaku. Ya Allah tutupilah auratku(Aibku), dan tentramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMU agar aku tidak disambar dari bawahku (dibenamkan kedalam bumi)”
(HR. Bukhari no.1200, Abu Dawud no.5074)
13. Allahuma ‘alimal ghoibi wa syahadah, Fathiras samawati wal ‘ard, Robbi kulli sya’in wa malikah, Ashadu ala ilaha ila Anta, Audzubika min syari Nafsih, wa min syarri syaithon wa syirkihi,wa an aqtarifa ‘ala nafsi suu’an aw ajurah ila muslim.
“Ya Allah yang mengetahui yang Ghaib dan yang Nyata, Wahai Rabb yang menciptakan langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya, Aku bersaksi tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, Aku berlindung dari kejahatan diriku, kejahatan syetan, dan ajakannya untuk menyekutukan Allah dan aku berlindung dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya”
Nabi SAW bersabda kepada Abu Bakar AsShidiq “ Ucapkanlah pagi dan petang dan ketika engkau hendak tidur (HR,Bukhari dalam Al-adab al Mufrad no. 1202)
14. Bismilahiladzi la ya dhuruhu ma’asmihi syai’un, fil ardhi wala fi sama wahuwa sami’ul ‘alim (3x)
"Dengan nama Allah yang dengan namaNYA tiada yang dapat membahayakan apapun yang ada dilangit maupun di bumi"
Barangsiapa membaca sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan dirinya (HR.Tirmidzi no.3388)
15. Rodhitu billahi Robba, wabil Islami dina, wabi Muhamadin Nabiya (3x)
“Aku ridho Allah menjadi Rabbku, Islam sebagai Agamaku, dan Muhammad SAW sebagai Nabiku”
Barangsiapa membaca sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka Allah memberikan keridhoannNYA pada hari Kiamat.
(HR.Abu Dawud no.5070)
16. Yaa Hayyu yaa Qoyyum, bi rahmatika astaghitsu ashlihli sya’ni kullahu walatakilni ilanafsih thorfata ‘ain.
“ Wahai Rabb yang Maha Hidup, Wahai Rabb yang MahaBerdiri sendiri, dengan Rahmatmu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku, dan jangan Engkau serahkahkan urusanku kepada diriku sendiri walaupun hanya sekejap mata(tanpa pertolonganMU)” (HR. AnNasa’i no.575)
17. Subhannallah wa bi hamdihi ‘adada kholqihi, wa ridho Nafsihi, wa zinata Arsyhi wa midada kalimatih. (3X)
“Maha Suci Allah, Aku memujinya sebanyak bilangan MahlukNYA, dan Maha Suci Allah sesuai RidhoNYA, dan seberat timbangan ‘Arsy’NYA, MahaSuci Allah sebanyak tinta (yang menulis) Kalimatnya”
Rasullah SAW bersabda”Aku telah mengucapkan empat kalimat yang aku ulang sebanyak tiga kali lebih baik dariyang kamu ucapkan” (HR.Muslim no. 2726, Abu Dawud)
18. Lailaha ilawlah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa a’la kulli syai’in kodir (100x)
“Tiada ilah yang berhak didibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Esa tiada sekutu bagiNYA, BagiNYA kerajaandan bagiNYAsegala Puji. Dan DIA Mahakuasa atas segala sesuatu”
Barangsiapa membacanya 100 X sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari syaithan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu.
(HR.Bukhari no.3293, Muslim no. 2691)
1. A’udzubilahi minaSyaithonirRojim…
2. Nabi Shalallahu alaihi wassalambersabda “ Barangsiapa membaca ayat ini(ayat kursi) ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari gangguan hingga sore hari dan Barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari gangguan jin hingga pagi hari”
(Mustadrak AlHakim I/562,Shahih atTarghiib wat Tarhiib I/418 no.662, shahih)
3 Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda “Barangsiapa membaca tiga surat(Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas)setiap pagi dan sore hari sebanyak tiga kali, maka tiga surat tersebut cukup baginya dari segala sesuatu,Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan”. (HR. Abu Dawud no.5082, Tirmidzi no.3575, Ahmad V/312)
4. Astagfirullahi wa atubu ilaihi(100x) .“Aku mohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepadaNYA”Dari Ibnu Umar.r.a Rasullah bersabda “Wahai manusia, bertobatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya Aku bertobat kepadaNYA dalam sehari seratus kali (HR.Muslim no.2075)Nabi bersabda”Barangsiapa mengucapkan ’Astagfirullahi wa atubuila ilaihi’ maka Allah mengampuni dosanya meskipun ia lari dari medan perang”
(HR.Abu Dawud no.1517, Tirmidzi no.3577,Bukhari/Fathul Baari XI/101, Muslim no.2702)
5. Subhanallah wabi Hamdihi (100x)
“Maha Suci Allah Aku MemujiNYA”
Rasullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda “Barangsiapa mengucapkan ‘Subhanallah wabi Hamdihi’ dalam sehari seratus kali, maka akan dihapus dosa2 nya sekalipun sebanyak buih di lautan” (HR.Bukhari, Muslim no.2691)
6. Ashbahna, wa asbaha muluku lillahi walhamdulillahi, Lailaha ilawlah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa a’la kulli syai’in kodir. Robbi as’alukal khair mafi hadzal yaum, wa khair ma ba’dahu, wa A’udzubika min syari ma fi hadzal yaum, wa syari ma ba’dahu. Robbi A’udzubika minal Kasali wa su’il Kibar, wa A’udzubika min Adzabin fi Naar wa adzabi fil Kobr
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah, Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNYA. BagiNYA kerajaan dan bagiNYA segala pujian. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepadaMu kebaikan dihari ini dan kebaikan sesudahnya, Aku berlindung kepadaMU dari kejahatan dihari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, Aku berlindung kepadaMU dari sifat malas dan kejelekan dihari tua. Wahai Rabb, Aku berlindung kepadaMU dari siksa Neraka dan siksa Kubur”. (HR. Muslim no.2723, Abu Dawud no. 5071, Tirmidzi no.3390 )
7. Ashbahna ‘ala fitratil Islam, wa’ ala kalimatil Ikhlas, wa’ ala diini nabiyina Muhammad, wa’ala milati abina Ibrahim, Hanifan musliman wa ma kana minal musyrikin
“ Di waktu pagi kami berada diatas Fitrah agama Islam, kalimat Ikhlas, agama Nabi Muhammad SAW dan Agama ayah kami Ibrahim yang bertdiri diatas jalan yang lurus dan tidak tergolong orang yang Musyrik”. (HR.Ahmad III/406, 407)
8. Allahuma inna nas’aluka ‘ilman Nafi’an, wa rizkan Thoyiban, wa ‘amalan Mutaqobalan.
“Ya Allah Aku memohon ilmu yang bermanfa’at, dan rizki yang halal, serta amal yang diterima”
(HR.Ahmad VI/294,305,318,322)
9. Allahuma bika Ashbahna, wa bika amsaina, wa bika Nahya, wa bika Namut, wa ilaikan Nusyuur.
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolonganMU kami memasuki waktu pagi, dengan rahmat dan pertolonganMU kami memasuki waktu sore, dengan rahmat dan kehendakMU kami hidup, dengan rahmat dan kehendakMU kami mati, fdan KepadaMU kebangkitan (bagi semua kebangkitan)”
(HR,Bukhari dalam Aladab al Mufrad no. 1199)
10. Sayyidul Istighfar
Allahuma Anta robbi la ilaha ila Anta Kholaqtani, wa ana abduka, wa ana a’la Ahdika, wawa’dika mastatho’tsu, A’udzubika min syarri ma shona’tu abu’u laka bi ni’matika A’laya, wa abu’u bi dzanbi, fagfirlii, fa inahu layaghf iru dzunuba ila Anta.
“Ya Allah, engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali engkau, Engkaulah yang menciptakanku, Aku adalah hambaMU, Aku akan setia pada perjanjianku denganMU semampuku, Aku berlindung dari kejelekan yang kuperbuat, Aku mengakui NikmatMu(yang diberikan)kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau”
Barangsiapa membaca dengan yakin di waktu pagi, lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli syurga, Barangsiapa membaca dengan yakin di waktu sore, lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli syurga. (HR. Bukhari no.6306, 6323, AhmadIV/122-125)
11. Allahuma A’fini fi badani, Allahuma Afini fi sam’I, Allahuma Afini fi bashari Lailaha ila Anta. Allahuma ini A’udzubika minal Kufri wal Fakri, wa A’udzubika min adzabil Kobri Lailaha ila Anta (3x)
“Ya Allah selamatkanlah tubuhku dari penyakit, ya Allah selamatkanlah pendengaranku, ya Allah selamatkanlah penglihatanku(dari maksiat), tidak ada yang berhak didibadahi dengan benar kecuali engkau, Ya Allah aku berlindung kepadaMU dari kekufuran dan kefakiran. Aku berliundung kepadaMu dari siksa Kubur tidak ada yang berhak didibadahi dengan benar kecuali engkau” (HR,Bukhari, Al adab al Mufrad no. 701)
12. Allahuma ini as’aluka afwa, wal a’fiah fi dunia wal akhirah, Allahuma ini as’aluka afwa, wal a’fiah fi diin wa dunia wal ahli wa maali, Allahuma astur ‘aurati wa min ra’ati Allahuma ahfadhni min baini yadayya, wa min kholfi, wa ‘an yamini wa ‘an syimali wa min fauqi, wa Audzu bi’adzomatika an ‘ughtala min tahti.
“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat, Ya Allah aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam Agama, dunia,keluarga dan hartaku. Ya Allah tutupilah auratku(Aibku), dan tentramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMU agar aku tidak disambar dari bawahku (dibenamkan kedalam bumi)”
(HR. Bukhari no.1200, Abu Dawud no.5074)
13. Allahuma ‘alimal ghoibi wa syahadah, Fathiras samawati wal ‘ard, Robbi kulli sya’in wa malikah, Ashadu ala ilaha ila Anta, Audzubika min syari Nafsih, wa min syarri syaithon wa syirkihi,wa an aqtarifa ‘ala nafsi suu’an aw ajurah ila muslim.
“Ya Allah yang mengetahui yang Ghaib dan yang Nyata, Wahai Rabb yang menciptakan langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya, Aku bersaksi tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, Aku berlindung dari kejahatan diriku, kejahatan syetan, dan ajakannya untuk menyekutukan Allah dan aku berlindung dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya”
Nabi SAW bersabda kepada Abu Bakar AsShidiq “ Ucapkanlah pagi dan petang dan ketika engkau hendak tidur (HR,Bukhari dalam Al-adab al Mufrad no. 1202)
14. Bismilahiladzi la ya dhuruhu ma’asmihi syai’un, fil ardhi wala fi sama wahuwa sami’ul ‘alim (3x)
"Dengan nama Allah yang dengan namaNYA tiada yang dapat membahayakan apapun yang ada dilangit maupun di bumi"
Barangsiapa membaca sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan dirinya (HR.Tirmidzi no.3388)
15. Rodhitu billahi Robba, wabil Islami dina, wabi Muhamadin Nabiya (3x)
“Aku ridho Allah menjadi Rabbku, Islam sebagai Agamaku, dan Muhammad SAW sebagai Nabiku”
Barangsiapa membaca sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka Allah memberikan keridhoannNYA pada hari Kiamat.
(HR.Abu Dawud no.5070)
16. Yaa Hayyu yaa Qoyyum, bi rahmatika astaghitsu ashlihli sya’ni kullahu walatakilni ilanafsih thorfata ‘ain.
“ Wahai Rabb yang Maha Hidup, Wahai Rabb yang MahaBerdiri sendiri, dengan Rahmatmu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku, dan jangan Engkau serahkahkan urusanku kepada diriku sendiri walaupun hanya sekejap mata(tanpa pertolonganMU)” (HR. AnNasa’i no.575)
17. Subhannallah wa bi hamdihi ‘adada kholqihi, wa ridho Nafsihi, wa zinata Arsyhi wa midada kalimatih. (3X)
“Maha Suci Allah, Aku memujinya sebanyak bilangan MahlukNYA, dan Maha Suci Allah sesuai RidhoNYA, dan seberat timbangan ‘Arsy’NYA, MahaSuci Allah sebanyak tinta (yang menulis) Kalimatnya”
Rasullah SAW bersabda”Aku telah mengucapkan empat kalimat yang aku ulang sebanyak tiga kali lebih baik dariyang kamu ucapkan” (HR.Muslim no. 2726, Abu Dawud)
18. Lailaha ilawlah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa a’la kulli syai’in kodir (100x)
“Tiada ilah yang berhak didibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Esa tiada sekutu bagiNYA, BagiNYA kerajaandan bagiNYAsegala Puji. Dan DIA Mahakuasa atas segala sesuatu”
Barangsiapa membacanya 100 X sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari syaithan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu.
(HR.Bukhari no.3293, Muslim no. 2691)
Khasiat Daun Kelor
Daun kelor merupakan salah satu jenis sayuran yang sekarang ini populer.
Sayut ini asli Indonesia sudah terkenal manfaatnya sampai ke mancanegara.
Banyak peneliti yang sudah menemukan manfaat daun kelor untuk kesehatan tubuh.
Daun kelor sudah dianggap sebagai tanaman ajaib yang dapat digunakan sebagai obat herbal segala penyakit.
Kandungan vitamin C daun kelor lebih banyak dari sayur maupun buah lainnya.
Selain itu, kandungan vitamin A dan potasium dalam daun kelor sangat tinggi.
Tidak heran jika daun kelor dianggap sebagai tanaman ajaib yang sangat bagus untuk tubuh.
Kandungan-kandungan dalam daun kelor ini membuat daun kelor mempunyai banyak sekali manfaat.
Manfaat daun kelor bagi tubuh sangat banyak, mulai dari mengobati penyakit dalam sampai penyakit luar. Berikut beberapa manfaat yang bisa diambil dari daun kelor.
1. Menyehatkan kulit
Daun kelor mengandung vitamin c dan juga antioksidan yang sangat tinggi, kedua zat ini sangat baik untuk kesehatan kulit.
Daun kelor yang dijadikan sebagai sayur dan dikonsumsi secara rutin dapat menghaluskan kulit dan mencegah timbulnya jerawat.
Daun kelor yang ditumbuk juga bisa dijadikan sebagai masker wajah yang bisa membuat kulit wajah semakin halus dan cantik.
2. Mengatasi diabetes
Salah satu manfaat daun kelor yaitu dapat mengatasi diabetes.
Manfaat daun kelor untuk diabetes dapat mengurangi kadar gula dalam darah.
Daun kelor dapat dijadikan sebagai insulin alami untuk mengatasi diabetes. Makan sayur daun kelor juga dapat mencegah penyakit gula darah atau diabetes.
3. Menyehatkan mata
Daun kelor juga banyak mengandung vitamin A yang sangat baik untuk mata.
Mengkonsumsi daun kelor dapat membuat mata selalu dalam keadaan sehat dan jernih.
Daun kelor juga bisa menyembuhkan penyakit mata, caranya bisa dimakan langsung ataupun air rebusan daun kelor di basuhkan pada mata yang sakit setiap hari sampai sembuh.
4. Mencegah kanker
Antioksidan dalam daun kelor sangat tinggi, selain itu daun kelor mengandung potasium yang banyak.
Salah satu manfaat dari daun kelor yaitu dapat mencegah kanker.
Manfaat daun kelor untuk kanker yaitu dapat memperlambat bahkan menghentikan dan menghilangkan kanker yang ada dalam tubuh.
5. Mengobati rematik
Daun kelor juga sangat baik untuk mengobati rematik.
Manfaat daun kelor untuk pengobatan rematik dapat mengurangi rasa sakit pada sendi dan dapat mengurangi penumpukan asam urat pada sendi sehingga dapat menyembuhkan rematik atau asam urat.
Daun kelor memang sudah sangat populer di mancanegara maupun di dalam negeri.
Berbagai penyakit bisa diobati dengan daun kelor.
Selain dapat mengobati berbagai penyakit, daun kelor juga sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari.
Manfaat daun kelor yang dikonsumsi setiap hari yaitu dapat meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tubuh tidak mudah sakit.
Selain itu, kelor juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh dari berbagai virus yang ada.
Sayut ini asli Indonesia sudah terkenal manfaatnya sampai ke mancanegara.
Banyak peneliti yang sudah menemukan manfaat daun kelor untuk kesehatan tubuh.
Daun kelor sudah dianggap sebagai tanaman ajaib yang dapat digunakan sebagai obat herbal segala penyakit.
Kandungan vitamin C daun kelor lebih banyak dari sayur maupun buah lainnya.
Selain itu, kandungan vitamin A dan potasium dalam daun kelor sangat tinggi.
Tidak heran jika daun kelor dianggap sebagai tanaman ajaib yang sangat bagus untuk tubuh.
Kandungan-kandungan dalam daun kelor ini membuat daun kelor mempunyai banyak sekali manfaat.
Manfaat daun kelor bagi tubuh sangat banyak, mulai dari mengobati penyakit dalam sampai penyakit luar. Berikut beberapa manfaat yang bisa diambil dari daun kelor.
1. Menyehatkan kulit
Daun kelor mengandung vitamin c dan juga antioksidan yang sangat tinggi, kedua zat ini sangat baik untuk kesehatan kulit.
Daun kelor yang dijadikan sebagai sayur dan dikonsumsi secara rutin dapat menghaluskan kulit dan mencegah timbulnya jerawat.
Daun kelor yang ditumbuk juga bisa dijadikan sebagai masker wajah yang bisa membuat kulit wajah semakin halus dan cantik.
2. Mengatasi diabetes
Salah satu manfaat daun kelor yaitu dapat mengatasi diabetes.
Manfaat daun kelor untuk diabetes dapat mengurangi kadar gula dalam darah.
Daun kelor dapat dijadikan sebagai insulin alami untuk mengatasi diabetes. Makan sayur daun kelor juga dapat mencegah penyakit gula darah atau diabetes.
3. Menyehatkan mata
Daun kelor juga banyak mengandung vitamin A yang sangat baik untuk mata.
Mengkonsumsi daun kelor dapat membuat mata selalu dalam keadaan sehat dan jernih.
Daun kelor juga bisa menyembuhkan penyakit mata, caranya bisa dimakan langsung ataupun air rebusan daun kelor di basuhkan pada mata yang sakit setiap hari sampai sembuh.
4. Mencegah kanker
Antioksidan dalam daun kelor sangat tinggi, selain itu daun kelor mengandung potasium yang banyak.
Salah satu manfaat dari daun kelor yaitu dapat mencegah kanker.
Manfaat daun kelor untuk kanker yaitu dapat memperlambat bahkan menghentikan dan menghilangkan kanker yang ada dalam tubuh.
5. Mengobati rematik
Daun kelor juga sangat baik untuk mengobati rematik.
Manfaat daun kelor untuk pengobatan rematik dapat mengurangi rasa sakit pada sendi dan dapat mengurangi penumpukan asam urat pada sendi sehingga dapat menyembuhkan rematik atau asam urat.
Daun kelor memang sudah sangat populer di mancanegara maupun di dalam negeri.
Berbagai penyakit bisa diobati dengan daun kelor.
Selain dapat mengobati berbagai penyakit, daun kelor juga sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari.
Manfaat daun kelor yang dikonsumsi setiap hari yaitu dapat meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tubuh tidak mudah sakit.
Selain itu, kelor juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh dari berbagai virus yang ada.
Jumat, 07 Agustus 2015
Manfaat Sarapan Pagi
Manfaat sarapan pagi merupakan bagian terpenting dalam menjalani aktivitas keseharian kita, jangan pernah menyepelekannya karena kesibukan anda. Pentingnya sarapan pagi ini tidak bisa dipungkiri karena merupakan pangkal nutrisi tubuh manusia. Aktivitas yang di mulai saat pagi hari ini merupakan permulaan hari anda sehingga sangat perlu ditopang oleh adanya energi yang di dapat dari sarapan pagi anda.
Berbekal sarapan pagi yang kita lakukan ini merupakan pasokan energi untuk memulai aktivitas. Aktivitas yang telah ditunjang oleh nutrisi sarapan pagi ini akan membuat kegiatan berjalan baik dengan penuh senangat. Berikut ini merupakan fakta dari manfaat sarapan pagi.
1. Sumber Energi
Untuk beraktivitas sepanjang hari dalam bekerja sangat penting untuk memberikan tubuh nutrisi baik di pagi hari. Sarapan di pagi hari juga dapat membantu anda dalam memberikan energi tambahan yang dapat menunjang aktivitas sepanjang hari. Sesibuk apapun anda usahakan menikmati sarapan pagi, karena dengan sarapan tubuh akan memiliki ‘Bensin’ yang dapat meningkatkan kekuatan dalam beraktivitas.
2. Mengontrol Berat Badan & Diet
Dalam berbagai penelitian dan sudah sangat banyak jumlahnya yang dilakukan berbagai universitas dan peneliti telah membuktikan bahwa sarapan pagi dapat membantu dalam hal diet. Kok bisa ? hal ini dikarenakan dengan mengisi perut di pagi hari maka ia dapat menekan nafsu makan anda di siang hari. Selain itu anda tidak makan “over” pada saat siang hari yang dapat merugikan dalam pola diet dan berat badan.
Sarapan juga membantu anda untuk memilih makanan yang lebih bergizi dibandingkan tidak sarapan. Orang yang tidak sarapan cenderung mengkonsumsi berbagai makanan secara “membabi buta” tanpa memikirkan nutrisinya. Lain halnya dengan anda yang telah melakukan sarapan, anda lebih selektif memilih makanan bergizi untuk anda asup siang hari.
3. Mengembalikan Metabolisme tubuh
Saat tidur tubuh tidak mengkonsumsi makanan sama sekali sehingga pada saat pagi hari, kadar gula dalam tubuh menurun drastis. Karbohidrat yang dikonsumsi di pagi hari merupakan sumber energi untuk beraktivitas namun jika, sarapan ini terlewatkan tubuh terpaksa mengambil cadangan gula dari lapisan otot, liver yang disebut glycogen. Kekurangan ini akan menyebabkan metabolisme tubuh tidak seimbang yang dapat berdampak pada berbagai penyakit seperti keluhan di lambung dan maag.
4. Meningkatkan konsentrasi otak
Kegiatan sarapan memperbaiki kadar gula yang menurun drastis semalaman selama kita tidur. Otak memerlukan asupan energi untuk berpikir dengan daya konsentrasi yang tetap baik. Sarapan merupakan bahan bakar otak agar permulaan kegiatan berjalan baik. Banyak penelitian yang telah menunjukan hasil positif bahwa sarapan dapat membantu konsentrasi dan kemampuan otak untuk berpikir.
5. Menjaga Mood
Hasil penelitian mengenai sarapan pagi banyak mengungkapkan bahwa mereka yang telah sarapan pagi dibandingkan dengan mereka yang tidak sarapan memiliki mood yang berbeda. Orang yang sarapan lebih baik moodnya dibandingkan dengan orang yang tidak sarapan.
6. Kesehatan Jangka Panjang
Manfaat sarapan pagi untuk jangka panjang juga tidak kalah hebatnya, ia merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung tubuh agar sehat sampai tua. Beberapa penyakit seperti tekanan darah tinggi, obesitas, jantung, sampai dengan diabetes memiliki korelasi yang sangat kuat dengan sarapan. Dengan sarapan pagi anda dapat mengurangi penyakit ini agar tidak menyerang untuk jangka panjang.
7. Baik untuk anak-anak
Manfaat sarapan bagi anak merupakan kebutuhan yang sangat penting, terlebih lagi jika si anak dalam usia sekolah. Sarapan pagi adalah awal persiapan otak anak untuk menerima pelajaran di sekolah, dengan sarapan pagi otak menjadi lebih fokus sehingga daya tangkap menjadi lebih optimal. Berikut ini pengaruh besar dari sarapan pagi pada anak-anak :
Anak yang mengawali sekolah dengan sarapan terlihat lebih bersemangat dan tidak lesu dalam menyimak pelajaran.Mencegah anak jajan sembarangan saat lapar.Mencukupi kebutuhan gizi seimbang untuk tumbuh kembang si anak.Mendukung kecerdasan dan kreativitas anak dalam mengembangkan dirinya.
Tips Sarapan Pagi
Manfaat sarapan pagi tentu tergantung dari asupan yang kita nikmati, anda harus menikmati asupan yang kaya gizi hingga memberikan manfaat yang maksimal bagi tubuh. Berikut adalah tipsnya.
Sarapan dengan makanan rendah lemak, hindari makanan daging berlemak tinggi saat sarapan
Makanan tinggi protein, konsumsi telur dan susu sangat baik untuk sarapan
Makanan kaya serat, sayuran dan buah-buahan sangat baik untuk sarapan
Hindari makan terlalu banyak
Berikut adalah jenis makanan yang baik dikonsumsi saat sarapan pagi :
Susu
Telur
Roti
Sayuran
Sedikit nasi
Kandungan makanan yang anda asup saat pagi hari akan mengawali hidup sehat anda dan energi untuk menjalani berbagai aktivitas di siang hingga malam hari.
Berbekal sarapan pagi yang kita lakukan ini merupakan pasokan energi untuk memulai aktivitas. Aktivitas yang telah ditunjang oleh nutrisi sarapan pagi ini akan membuat kegiatan berjalan baik dengan penuh senangat. Berikut ini merupakan fakta dari manfaat sarapan pagi.
1. Sumber Energi
Untuk beraktivitas sepanjang hari dalam bekerja sangat penting untuk memberikan tubuh nutrisi baik di pagi hari. Sarapan di pagi hari juga dapat membantu anda dalam memberikan energi tambahan yang dapat menunjang aktivitas sepanjang hari. Sesibuk apapun anda usahakan menikmati sarapan pagi, karena dengan sarapan tubuh akan memiliki ‘Bensin’ yang dapat meningkatkan kekuatan dalam beraktivitas.
2. Mengontrol Berat Badan & Diet
Dalam berbagai penelitian dan sudah sangat banyak jumlahnya yang dilakukan berbagai universitas dan peneliti telah membuktikan bahwa sarapan pagi dapat membantu dalam hal diet. Kok bisa ? hal ini dikarenakan dengan mengisi perut di pagi hari maka ia dapat menekan nafsu makan anda di siang hari. Selain itu anda tidak makan “over” pada saat siang hari yang dapat merugikan dalam pola diet dan berat badan.
Sarapan juga membantu anda untuk memilih makanan yang lebih bergizi dibandingkan tidak sarapan. Orang yang tidak sarapan cenderung mengkonsumsi berbagai makanan secara “membabi buta” tanpa memikirkan nutrisinya. Lain halnya dengan anda yang telah melakukan sarapan, anda lebih selektif memilih makanan bergizi untuk anda asup siang hari.
3. Mengembalikan Metabolisme tubuh
Saat tidur tubuh tidak mengkonsumsi makanan sama sekali sehingga pada saat pagi hari, kadar gula dalam tubuh menurun drastis. Karbohidrat yang dikonsumsi di pagi hari merupakan sumber energi untuk beraktivitas namun jika, sarapan ini terlewatkan tubuh terpaksa mengambil cadangan gula dari lapisan otot, liver yang disebut glycogen. Kekurangan ini akan menyebabkan metabolisme tubuh tidak seimbang yang dapat berdampak pada berbagai penyakit seperti keluhan di lambung dan maag.
4. Meningkatkan konsentrasi otak
Kegiatan sarapan memperbaiki kadar gula yang menurun drastis semalaman selama kita tidur. Otak memerlukan asupan energi untuk berpikir dengan daya konsentrasi yang tetap baik. Sarapan merupakan bahan bakar otak agar permulaan kegiatan berjalan baik. Banyak penelitian yang telah menunjukan hasil positif bahwa sarapan dapat membantu konsentrasi dan kemampuan otak untuk berpikir.
5. Menjaga Mood
Hasil penelitian mengenai sarapan pagi banyak mengungkapkan bahwa mereka yang telah sarapan pagi dibandingkan dengan mereka yang tidak sarapan memiliki mood yang berbeda. Orang yang sarapan lebih baik moodnya dibandingkan dengan orang yang tidak sarapan.
6. Kesehatan Jangka Panjang
Manfaat sarapan pagi untuk jangka panjang juga tidak kalah hebatnya, ia merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung tubuh agar sehat sampai tua. Beberapa penyakit seperti tekanan darah tinggi, obesitas, jantung, sampai dengan diabetes memiliki korelasi yang sangat kuat dengan sarapan. Dengan sarapan pagi anda dapat mengurangi penyakit ini agar tidak menyerang untuk jangka panjang.
7. Baik untuk anak-anak
Manfaat sarapan bagi anak merupakan kebutuhan yang sangat penting, terlebih lagi jika si anak dalam usia sekolah. Sarapan pagi adalah awal persiapan otak anak untuk menerima pelajaran di sekolah, dengan sarapan pagi otak menjadi lebih fokus sehingga daya tangkap menjadi lebih optimal. Berikut ini pengaruh besar dari sarapan pagi pada anak-anak :
Anak yang mengawali sekolah dengan sarapan terlihat lebih bersemangat dan tidak lesu dalam menyimak pelajaran.Mencegah anak jajan sembarangan saat lapar.Mencukupi kebutuhan gizi seimbang untuk tumbuh kembang si anak.Mendukung kecerdasan dan kreativitas anak dalam mengembangkan dirinya.
Tips Sarapan Pagi
Manfaat sarapan pagi tentu tergantung dari asupan yang kita nikmati, anda harus menikmati asupan yang kaya gizi hingga memberikan manfaat yang maksimal bagi tubuh. Berikut adalah tipsnya.
Sarapan dengan makanan rendah lemak, hindari makanan daging berlemak tinggi saat sarapan
Makanan tinggi protein, konsumsi telur dan susu sangat baik untuk sarapan
Makanan kaya serat, sayuran dan buah-buahan sangat baik untuk sarapan
Hindari makan terlalu banyak
Berikut adalah jenis makanan yang baik dikonsumsi saat sarapan pagi :
Susu
Telur
Roti
Sayuran
Sedikit nasi
Kandungan makanan yang anda asup saat pagi hari akan mengawali hidup sehat anda dan energi untuk menjalani berbagai aktivitas di siang hingga malam hari.
Langganan:
Postingan (Atom)