Kamis, 05 Maret 2015

Amalan Khusus Rasulullah sehabis Shalat Jumat

Buat yang punya waktu lebih senggang, sebaiknya Anda menyempatkan diri untuk mengambil keutamaan di hari Jum‘at.
Anda bisa membaca surat Kahfi, Waqi‘ah, aneka wiridan, atau amalan lain yang dianjurkan di hari Jum‘at. Bagi yang punya kepentingan dan hajat lain, boleh langsung bubar selepas salam menuju sandal.
Namun begitu, mereka yang memilih bertahan baiknya memerhatikan keterangan Syekh Abdullah bin Hijazi As-Syarqawi dalam karyanya Hasyiyatus Syarqawi ala Tanqihil Lubab. Artinya sebelum membaca wiridan rutinnya, ada baiknya ia mengawali wiridan itu dengan amalan khusus Rasulullah SAW di hari Jumat.
Usai salam sembahyang Jum‘at tetapi sebelum mengubah posisi kaki dan sebelum bicara, kita disunahkan membaca surat Al-Fatihah, Qul Hu, Falaq, dan Nas masing-masing 7 kali. Lalu ia mengucap, “Allahumma ya Ghaniyyu ya Hamid, ya Mubdi’u ya Mu‘id, ya Rahimu ya Wadud. Aghnini bi halalika ‘an haromik, wa bifadhlika ‘amman siwak,” sebanyak 4 kali (Hai Tuhanku Yang Maha Kaya Lagi Maha Terpuji, Yang Maha Memulai Lagi Kuasa Mengembalikan, Yang Maha Penyayang Lagi Maha Kasih, Cukupkan aku oleh pemberian-Mu yang halal, bukan yang haram. Dan puaskan aku oleh kemurahan-Mu, bukan selain-Mu).
Siapa saja melazimkan amalan ini, niscaya Allah cukupkan dan berikan rezeki kepadanya dari mana yang ia tidak perhitungkan sebelumnya; Allah ampuni dosanya baik yang lewat maupun yang datang; serta Allah pelihara sikap beragamanya, kehidupan dunianya, keluarganya, dan anaknya. Demikian disebutkan Ibnu Hajar dan Al-Khotib. Kata guru kami Al-Hafni, “Doa tersebut dalam hadits shohih dari Rasulullah SAW.”
Keterangan ini juga disampaikan Imam Nawawi dalam karyanya yang memuat doa dan zikir-zikir, Al-Adzkar. Wallahu A‘lam

Al-Biruni Ilmuwan Pendiri Tiga Ilmu


”Dia adalah salah satu ilmuwan terbesar dalam seluruh sejarah manusia.” Begitulah AI Sabra menjuluki Al-Biruni — ilmuwan Muslim serba bisa dari abad ke-10 M. Bapak Sejarah Sains Barat, George Sarton pun begitu mengagumi kiprah dan pencapaian Al-Biruni dalam beragam disiplin ilmu. ”Semua pasti sepakat bahwa Al-Biruni adalah salah seorang ilmuwan yang sangat hebat sepanjang zaman,” cetus Sarton.

Bukan tanpa alasan bila Sarton dan Sabra mendapuknya sebagai seorang ilmuwan yang agung. Sejatinya, Al-Biruni memang seorang saintis yang sangat fenomenal. Sejarah mencatat, Al-Biruni sebagai sarjana Muslim pertama yang mengkaji dan mempelajari tentang seluk beluk India dan tradisi Brahminical. Dia sangat intens mempelajari bahasa, teks, sejarah, dan kebudayaan India.

Kerja keras dan keseriusannya dalam mengkaji dan mengeksplorasi beragam aspek tentang India, Al-Biruni pun dinobatkan sebagai ‘Bapak Indologi’ — studi tentang India. Tak cuma itu, ilmuwan dari Khawarizm, Persia itu juga dinobatkan sebagai ‘Bapak Geodesi’. Di era keemasan Islam, Al-Biruni ternyata telah meletakkan dasar-dasar satu cabang keilmuan tertua yang berhubungan dengan lingkungan fisik bumi.

Selain itu, Al-Biruni juga dinobatkan sebagai ‘antropolog pertama’ di seantero jagad. Sebagai ilmuwan yang menguasai beragam ilmu, Al-Biruni juga menjadi pelopor dalam berbagai metode pengembangan sains. Sejarah sains mencatat, ilmuwan yang hidup di era kekuasaan Dinasti Samanid itu merupakan salah satu pelopor merote saintifik eksperimental.

Dialah ilmuwan yang bertanggung jawab untuk memperkenalkan metode eksperimental dalam ilmu mekanik. Al-Biruni juga tercatat sebagai seorang perintis psikologi eksperimental. Dia juga merupakan saintis pertama yang mengelaborasi eksperimen yang berhubungan dengan fenomena astronomi. Sumbangan yang dicurahkannya untuk pengembangan ilmu pengetahuan sungguh tak ternilai.

Al-Biruni pun tak hanya menguasai beragam ilmu seperti; fisika, antropologi, psikologi, kimia, astrologi, sejarah, geografi, geodesi, matematika, farmasi, kedokteran, serta filsafat. Dia juga turun memberikan kontrbusi yang begitu besar bagi setiap ilmu yang dikuasainya itu. Dia juga mengamalkan ilmu yang dikuasainya dengan menjadi seorang guru yang sangat dikagumi para muridnya.

Ilmuwan kondang itu bernama lengkap Abu Rayhan Muhammed Ibnu Ahmad Al-Biruni. Dia terlahir menjelang terbit fajar pada 4 September 973 M di kota Kath – sekarang adalah kota Khiva – di sekitar wilayah aliran Sungai Oxus, Khwarizm (Uzbekistan). Sejarah masa kecilnya tak terlalu banyak diketahui. Dalam biografinya, Al-Biruni mengaku sama sekali tak mengenal ayahnya, hanya sedikit mengenal tentang kakeknya.

Selain menguasai beragam ilmu pengetahuan, Al-Biruni juga fasih sederet bahasa seperti Arab, Turki, Persia, Sansekerta, Yahudi, dan Suriah. Al-Biruni muda menimba ilmu matematika dan Astronomi dari Abu Nasir Mansur. Menginjak usia yang ke-20 tahun, Al-Biruni telah menulis beberapa karya di bidang sains. Dia juga kerap bertukar pikiran dan pengalaman dengan Ibnu Sina – ilmuwan besar Muslim lainnya yang begitu berpengaruh di Eropa.

Al-Biruni tumbuh dewasa dalam situasi politik yang kurang menentu. Ketika berusia 20 tahun, Dinasti Khwarizmi digulingkan oleh Emir Ma’mun Ibnu Muhammad, dari Gurganj. Saat itu, Al-Biruni meminta perlindungan dan mengungsi di Istana Sultan Nuh Ibnu Mansur. Pada tahun 998 M, Sultan dan Al-Biruni pergi ke Gurgan di Laut Kaspia. Dia tinggal di wilayah itu selama beberapa tahun.

Selama tinggal di Gurgan, Al-Biruni telah menyelesaikan salah satu karyanya yakni menulis buku berjudul The Chronology of Ancient Nations. Sekitar 11 tahun kemudian, Al-Biruni kembali ke Khwarizmi. Sekembalinya dari Gurgan dia menduduki jabatan yang terhormat sebagai penasehat sekaligus pejabat istana bagi penggati Emir Ma’mun. Pada tahun 1017 M, situasi politik kembali bergolak menyusul kematian anak kedua Emir Ma’mun akibat pemberontakan.

Khwarizmi pun diinvasi oleh Mahmud Ghazna pada tahun 1017 M. Mahmud lalu membawa para pejabat Istana Khwarizmi untuk memperkuat kerjaannya yang bermarkas di Ghazna, Afghanistan. AL-Biruni merupakan salah seorang ilmuwan dan pejabat istana yang ikut diboyong. Selain itu, ilmuwan lainnya yang dibawa Mahmud ke Ghazna adalah matematikus, Ibnu Iraq, dan seorang dokter, Ibnu Khammar.

Untuk meningkatkan prestise istana yang dipimpinnya, Mahmud sengaja menarik para sarjana dan ilmuwan ke Istana Ghazna. Mahmud pun melakukan beragam cara untuk mendatangkan para ilmuwan ke wilayah kekuasaannya. Ibnu Sina juga sempat menerima undangan bernada ancaman dari Mahmud agar datang dan mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya di istana Ghazna.

Meski Mahmud terkesan memaksa, namun Al-Biruni menikmati keberadaannya di Ghazna. Di istana itu, dia dihormati dan dengan leluasa bisa mengembangkan pengetahuan yang dikuasainya. Salah satu tugas Al-Biruni adalah menjadi astrolog isatana bagi Mahmud dan penggantinya.

Pada tahun 1017 M hingga 1030 M, Al-Biruni mendapat kesempatan untuk melancong ke India. Selama 13 tahun, sang ilmuwan Muslim itu mengkaji tentang seluk beluk India hingga melahirkan apa yang disebut indologi atau studi tentang India. Di negeri Hindustan itu, Al-Biruni mengumpulkan beragam bahan bagi penelitian monumental yang dilakukannya. Dia mengorek dan menghimpun sejarah, kebiasaan, keyakian atau kepecayaan yang dianut masyarakat di sub-benua India.

Selama hidupnya, dia juga menghasilkan karya besar dalam bidang astronomi lewat Masudic Canon yang didedikasikan kepada putera Mahmud bernama Ma’sud. Atas karyanya itu, Ma’sud menghadiahkan seekor gajah yang bermuatan penuh dengan perak. Namun, Al-Biruni mengembalikan hadiah yang diterimanya itu ke kas negara.

Sebagai bentuk penghargaan, Ma’sud juga menjamin Al-Biruni dengan uang pensiun yang bisa membuatnya tenang beristirahat serta terus mengembangkan ilmu pengetahuan. Dia juga berhasil menulis buku astrologi berjudul The Elements of Astrology. Selain itu, sang ilmuwan itu pun menulis sederet karya dalam bidang kedokteran, geografi, serta fisika. Al-Biruni wafat di usia 75 tahun tepatnya pada 13 Desember 1048 M di kota Ghazna. Untuk tetap mengenang jasanya, para astronom mengabadikan nama Al-Biruni di kawah bulan.

Sumbangan Sang Ilmuwan

* Astronomi

”Dia telah menulis risalah tentang astrolabe serta memformulasi tabel astronomi untuk Sultan Ma’sud,”papar Will Durant tentang kontribusi Al-Biruni dalam bidang astronomi. Selain itu, Al-Biruni juga telah berjasa menuliskan risalah tentang planisphere danarmillary sphere. Al-Biruni juga menegaskan bahwa bumi itu itu berbentuk bulat.
Al-Biruni tercatat sebagai astronom yang melakukan percobaan yang berhubungan dengan penomena astronomi. Dia menduga bahwa Galaksi Milky Way (Bima Sakti) sebagai kupulan sejumlah bintang. Pada 1031 M, dia merampungkan ensiklopedia astronomi yang sangat panjang berjudul Kitab Al-Qanun Al Mas’udi.

* Astrologi
Dia merupakan ilmuwan yang pertama kali membedakan istilah astronomi dengan astrologi. Hal itu dilakukannya pada abad ke-11 M. Dia juga menghasilkan beberapa karya yang penting dalam bidang astrologi.

*Ilmu Bumi
Al-Biruni juga menghasilkan sejumlah sumbangan bagi pengembangan Ilmu Bumi. Atas perannya itulah dia dinobatkan sebagai ‘Bapak Geodesi’. Dia juga memberi kontribusi signifikan dalam kartografi, geografi, geologi, serta mineralogi.

*Kartografi
Kartografi adalah ilmu tentang membuat peta atau globe. Pada usia 22 tahun, Al-Biruni telah menulis karya penting dalam kartografi, yakni sebuah studi tentang proyeksi pembuatan peta.

* Geodesi dan Geografi
Pada usia 17 tahun, Al-Biruni sudah mampu menghitung garis lintang Kath Khawarzmi dengan menggunakan ketinggian matahari. ”Kontribusi penting dalam geodesi dan geografi telah dibuat disumbangkan Al-Biruni. Dia telah memperkenalkan teknik mengukur bumi dan jaraknya menggunakan triangulasi,” papar John J O’Connor dan Edmund F Robertson dalamMacTutor History of Mathematics.

* Geologi
Al-Biruni juga telah menghasilkan karya dalam bidang geologi. Salah satunya, dia menulis tentang geologi India.

* Mineralogi
Dalam kitabnya berjudul Kitab al-Jawahir atau Book of Precious Stones, Al-Biruni menjelaskan beragam mineral. Dia mengklasifikasi setiap mineral berdasarkan warna, bau, kekerasan, kepadatan, serta beratnya.

* Metode Sains
Al-Biruni juga berperan dalam memperkenalkan metode saintifik dalam setiap bidang yang dipelajarinya. Salah satu contohnya, dalam Kitab al-Jamahir dia tergolong ilmuwan yang sangat eksperimental.

* Optik
Dalam bidang optik, Al-Biruni termasuk ilmuwan yang pertama bersama Ibnu Al-Haitham yang mengkaji dan mempelajari ilmu optik. Dialah yang pertama menemukan bahwa kecepatan cahaya lebih cepat dari kecepatan suara.

* Antropologi
Dalam ilmu sosial, Biruni didapuk sebagai antropolog pertama di dunia. Ia menulis secara detail studi komparatif terkait antropologi manusia, agama, dan budaya di Timur Tengah, Mediterania, serta Asia Selatan. Dia dipuji sejumlah ilmuwan karena telah mengembangkan antropologi Islam. Dia juga mengembangkan metodelogi yang canggih dalam studi antropologi.

* Psikologi Eksperimental
Al Biruni tercatat sebagai pelopor psikologi eksperimental lewat penemuan konsep reaksi waktu.

* Sejarah
Pada usia 27 tahun, dia menulis buku sejarah yang diberi judul Chronology. Sayangnya buku itu kini telah hilang. Dalam kitab yang ditulisnya Kitab fi Tahqiq ma li’l-Hind atau Penelitian tentang India, Al-Biruni telah membedakan antara menode saintifik dengan metode historis.

* Indologi
Dia adalah ilmuwan pertama yang mengkaji secara khusus tentang India hingga melahirkan indologi atau studi tentang India.

*Matematika

Dia memberikan sumbangan yang signifikan bagi pengembangan matematika, khususnya dalam bidang teori dan praktik aritmatika, bilangan irasional, teori rasio, geometri dan lainnya.

Rabu, 04 Maret 2015

Amalan yang mematikan Hati

Hati adalah raja yang ada dalam tubuh. Bagusnya hati adalah jaminan bagi mulianya akhlak seseorang. Buruknya hati, selain menjadi sebab buruknya perangai, ia juga yang kelak menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka jahannam. Sebab, hanya orang-orang dengan hati selamatlah yang bisa menghadap Allah Ta’ala sebagai hamba yang diterima amalnya.

Menjaga hati jauh lebih sukar dibanding menjaga anggota fisik. Jika debu atau benda kecil yang hendak masuk ke dalam kelopak mata bisa dilihat sehingga mampu menghindar; ketika ada bahaya mengancam kepala, tangan, kaki, atau anggota badan lainnya kita bisa menghindar atau melawan sebab mengetahui dan bisa melihatnya, tapi tidak demikian dengan gangguan yang mengarah ke dalam hati kita.

Ia masuk melalui bisikan, sangkaan, ataupun perbuatan halus lain yang tidak bisa diindra. Bahkan, sering kali orang-orang merasa melakukan sesuatu yang disukainya, namun ia tak sadar bahwa hal itu merusak kualitas dan kesehatan hatinya. Alhasil, lambat laun, ia menggemari sesuatu yang merusak, tanpa disadari.

Misalnya, seseorang yang menyukai hiburan duniawi secara berlebihan. Hobi menonton konser dangdut, tak pernah ketinggalan menyaksikan konser musik tertentu, hingga tidak absen dengan acara televisi perusak moral, baik acara musik maupun tontonan tak bermutu lainnya, hingga acara pengundang tawa dengan sesuatu yang konyol.

Awalnya iseng, kemudian berlanjut pada nonton yang kedua, hingga menjadi kesukaan. Ketika merasa ada yang kurang saat belum menyaksikan, itulah tandanya bahwa ia telah terjangkiti. Padahal, acara tersebut tidak memberikan manfaat, tidak menambah rezeki, tidak pula merugi jika ditinggalkan.

Padahal, amalan-amalan yang dianggap sebagai hiburan oleh orang umum ini, kebanyakannya justru merusak bahkan mematikan hati. Jika hati yang rusak saja susah untuk diobati, bagaimana dengan hati yang mati? Sungguh, amat berat untuk menghidupkannya jika tanpa pertolongan dari Allah Ta’ala.

Ada sekian banyak amalan yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam disertai balasan yang akan didapatkan oleh pelakunya. Selain amalan kebaikan, dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi ini juga disebutkan amalan yang bisa mematikan hati seseorang.

“Jauhilah perkara yang haram,” sabda Nabi, “niscaya kau akan menjadi manusia yang paling berbakti.” Sebab perkara yang haram adalah larangan. Maka seorang hamba yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah Ta’ala, ia akan tercatat sebagai orang yang berbakti.

Agar engkau menjadi manusia yang paling kaya, lanjut hadits ini, “Ridhalah terhadap apa yang Allah Ta’ala bagikan kepadamu.” Sebab, kaya bukan terletak pada jumlah aset ataupun penghasilan. Letaknya ada pada kondisi hati, seberapa besar dan kualitas penerimaan seseorang terhadap nikmat yang Allah Ta’ala berikan.

Hamba yang berbakti dan kaya hatinya, adalah mereka yang beriman dan beragama Islam. Dalam lanjutan hadits ini disebutkan, agar menjadi orang mukmin dan muslim, maka berbuat baiklah kepada tetangga dan cintailah untuk sesama manusia apa-apa yang engkau mencintainya untuk dirimu sendiri.

Kemudian, tutup Rasulullah memberitahukan amalan yang bisa mematikan hati, “Janganlah banyak tertawa. Sebab hal itu akan mematikan hati.”

Senin, 02 Maret 2015

Manfaat Daging Jangkrik


Jangkrik atau cengkerik yang bernama latin Gryllidae ini merupakan serangga yang berkerabat dekat dengan belalang, ia mempunyai tubuh rata dan antena. panjang. Binatang ini dikenal dengan suara nyaringnya yang hanya dihasilkan oleh si jantan. Suara ini digunakan untuk menarik betina dan menolak jangkrik jantan lain. Di Asia, jangkrik dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Bahkan di Brazil, jangkrik hitam dipercaya sebagai tanda datangnya penyakit, jangkrik hijau adalah harapan, dan jangkrik kelabu simbol datangnya uang.

Di Indonesia, jangkrik juga telah lama dipelihara orang untuk mengusir tikus atau untuk pakan burung. Tetapi tahukah Anda jika serangga ini juga bisa digunakan sebagai obat alternatif? Kandungan yang dimiliki jangkrik adalah: protein. asam amino, asam lemak essensial. Protein jangkñkjuga terdiri dari protein Omega 3, Omega 6, dan Omega 9. Para pakar nutrisi meyakini kandungan protein jangkrik mencapai tiga kali lipat kandungan protein daging ayam, sapi, dan udang. Hebat bukan?

Protein jangkrik bisa bermanfaat sebagai anti-oksidan pada tubuh untuk mencegah penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah. Asam aminonya dapat menghasilkan protein collagen yang berfungsi untuk mempertahankan elastisitas persendian tulang, sel kulit, dan kornea mata, hingga dapat menghambat penuaan dan penyakit katarak.

Tidak hanya itu, dengan kandungan omega di dalamnya, jangkrik juga baik dikonsumsi bayi atau anak masa pertumbuhan. Yang lebih penting lagi, bagi orang dewasa yang memiliki masalah seksual, jangkrik dipercaya dapat meningkatkan vitalitas baik pria maupun wanita.

Bagaimana proses pemanfaatannya? Jangkrik bisa langsung digoreng atau dibakar untuk dimakan, atau dibuat tepung yang selanjutnya dapat dibuat bermacam adonan makanan. Untuk anak-anak, adonan dapat dibuat menyerupai nuget atau biskuit.

Membuat biskuit jangkrik dapat dengan bahan-bahan dari kelapa, jahe dan jangkrik yang digiling halus, ditambahkan telor serta mentega, lalu dicetak. Warna biskuit jangkrik umumnya akan nampak hitam seperti Oreo. Pembuatan biskuit jangkrik berkembang pesat di daerah Pekanbaru, Riau. Namun yang perlu diingat, jangkrik yang sebaiknya jangkrik yang belum tumbuh sayap.

Untuk urusan vitalitas seksual, jangkrik bisa dibuat seperti yang dilakukan oleh seorang perempuan bernama Sri Rahayu pemilik Sri GryIIus/Latansa. Oleh beliau jangkrik dibuat seperti jamu. Jangkrik dikeringkan secara alami dengan sinar matahari atau di-oven hingga kering, lalu digiling menjadi serbuk/tepung. Tepung jangkrik tersebut tinggal dicampur dengan jamu dan ramuan tradisional penambah stamina yang juga dihaluskan. Selanjutnya campuran kedua serbuk tersebut dimasukkan dalam kapsul. Maka jadilah kapsul jangkrik penambah stamina. Dengan rutin mengonsumsi kapsul ini, masalah vitalitas akan teratasi. Banyak orang yang mempercayai khasiat jangkrik untuk menambah vitalitas, tapi bagi Anda yang memiliki alergi sebaiknya tidak mengonsumsi jangkrik.

Penyebab Terkuncinya Hati

Minimal tujuh belas kali dalam sehari, orang-orang beriman berdoa kepada Allah Ta’ala agar dikaruniai petunjuk menuju jalan yang lurus. Yaitu jalannya orang yang dianugerahkan nikmat kepada mereka sebagaimana para Nabi dan Rasul, Sahabat, Tabi’in, Pengikut Tabi’in, Syuhada’, Shiddiqin, dan para penerus mereka; bukan jalannya orang yang sesat dari kaum Nashrani ataupun ingkar sebagaimana kaum Yahudi.

Orang-orang yang sesat itulah golongan yang disebutkan dalam al-Qur’an telah dikunci mati mata hati, telinga dan ditutup penglihatannya oleh Allah Ta’ala. Qatadah menafsirkan ini dengan mengatakan, “Setan telah menguasai mereka karena mereka menaatinya.”

Sebab menaati setan itu, “Allah Ta’ala mengunci mata hati dan pendengaran, serta menutup pandangannnya.” Sehingga, lanjutnya menerangkan, “Mereka tidak dapat melihat petunjuk, tidak bisa mendengarkan, memahami dan berfikir.”

Semua itu terjadi lantaran dosa dan kesalahan yang dilakukan semakin menggunung, dan tidak ada niat ataupun keinginan untuk meminta ampun kepada Allah Ta’ala. Padahal, dosa sebagaimana disebutkan dalam hadits ibarat noda hitam yang mengotori hati. Jika bertambah dosa, semakin banyak noda hitam di hati. Kemudian tatkala seseorang meminta ampun seraya beristighfar, noda hitam itu akan menjadi jernih.

“Jika seorang mukmin mengerjakan suatu dosa,” sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, “maka akan timbul noda hitam di dalam hatinya.” Lanjut Nabi dalam riwayat Imam Tirmidzi dan an-Nasa’i ini, “Jika ia bertaubat, menarik diri dari dosa itu dan mencari ridha Allah Ta’ala, maka hatinya menjadi jernih.” Sebaliknya, “Jika dosanya bertambah, maka bertambah pula nodanya sehingga memenuhi hatinya.”

Dosa yang semakin banyak itulah yang disebut ar-Ran (penutup) sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya, “Sekali-kali tidak, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hatinya.” (Qs. al-Muthaffifiin [83]: 14)

Dijelaskan oleh Imam Ibnu Jarir ath-Thabari, ketika dosa semakin menumpuk dan menutupi mata hati, “Maka tidak ada jalan bagi iman untuk masuk ke dalamnya, dan tidak ada jalan bagi kekufuran untuk keluar dari darinya.”

Inilah yang terjadi ketika seseorang bergelimang dalam dosa. Hingga dosa itu menutupi seluruh hati dan pendengaran, dan juga penglihatannya. Mereka menjadi sosok yang sombong dan tidak mau menerima kebenaran sekalipun cahaya kebenaran itu seterang bulan ketika purnama.

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari ketertutupan hati, dan menjadikan kebenaran mudah masuk kemudian bersemayam di dalam hati kita semua. Aamiin.

Minggu, 01 Maret 2015

Allah Mengutuk Penyogok dan yang Disogok

Problema tentang gaji PNS atau pegawai perusahaan yang dihasilkan dari praktik menyuap atau menyogok, maka jawabannya bisa kita kembalikan pada Hadis Rasulullah SAW yang melarang praktik sogok-menyogok. Beliau menyatakan: “Allah mengutuk penyogok dan yang disogok.” (HR. Imam Ahmad bin Hanbal). Imam Ahmad juga menambahkan “Dan dikutuk pula perantara keduanya, walaupun dia tidak menerima sesuatu.” Menurut Hadis ini, yang menyogok atau al-rasyi dan yang disogok atau al-murtasyi, sama-sama dikutuk atau dilaknat oleh Allah SWT. Termasuk juga perantaranya, kendati ia tidak menerima apapun. Sebab perantara inilah yang menghubungkan terjadinya praktik sogok-menyogok antara yang menyogok dan yang disogok. Inilah peran penting perantara, yang karenanya juga dilaknat oleh Allah SWT.

Karena itu, para ulama menyatakan, sogok-menyogok hukumnya haram alias tidak boleh. Allah SWT berfirman: “Janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan batil dan janganlah kamu membawa urusan harta kepada hakim (pengambil putusan) dengan tujuan agar kamu dapat memakan/menggunakan harta benda orang lain dengan jalan berbuat dosa padahal kamu mengetahui.” (Qs. al-Baqarah: 188). Ini juga menunjukkan, praktik memakan harta dengan cara batil, termasuk diantaranya melalui sogok-menyogok, itu tidak dibenarkan. Sebab, sogokan itu sendiri menurut para ulama adalah “pemberian untuk tujuan memperoleh sesuatu yang tidak hak alias batil”.

Sesuatu yang bukan haknya, yang didapat melalui cara-cara batil, maka hasilnya pun juga batil. Sesuatu yang didapat melalui keharaman, maka statusnya juga haram. Karenanya, PNS atau pegawai perusahaan apapun yang mendapat uang gaji dari hasil sogokan, ya tidak benar. Sebab yang namanya sogokan, apapun bentuknya, itu tidak bisa dibenarkan dan dilarang agama. Rasulullah SAW bahkan mengancam dengan keras pelaku suap/sogok dan yang disuap/disogok. Katanya: al-rasyi wal murtasyi fi al-nar (Orang yang menyuap dan yang menerimma suap di neraka).” (HR. Imam al-Thabrani). Ini tentu saja ancaman yang serius, bukan main-main.

Termasuk juga tidak benar, misalnya, jika ada pegawai negeri yang tidak menjalankan tugasnya, seperti tidak mengajar, tapi tetap mendapatkan gajinya secara utuh. Kalau dia tidak mengajar, itu namanya tidak amanah. Itu gimana? Itu sama halnya korupsi waktu. Kecuali jika dia tidak mengajarnya pada hari libur, baik libur mingguan ataupun nasional, maka itu ya tidak ada masalah karena sudah sesuai perjanjian awal.

Dengan demikian jelas, apapun yang kita lakukan dengan cara yang tidak benar atau batil, maka hasilnya pun tidak benar. Sesuatu yang tidak benar, tentu saja tidak boleh digunakan dan sebisanya dihindari. Untuk itu, lebih baik kita bekerja dengan cara-cara yang diridhai Allah SWT, kendati hasilnya tidak seberapa, dibandingkan hasilnya banyak namun agama dan Allah SWT tidak merestuinya. Jangan sampai kita melakukan hal-hal yang dilarang dan dikecam agama, hanya untuk mendapatkan tujuan tertentu yang tidak hak. Terlalu sayang jika akhirat kita ditukar dengan dunia yang serba fana. Wa Allah alam bi al-shawab.

Pentingnya Rejeki Halal

Kebiasaan sebagian orang dalam mencari rejeki kini sudah semakin aneh-aneh. Berbagai cara dilakukan. Sampai-sampai ada yang bilang; yang haram saja susah, apalagi yang halal. Akhirnya, mana yang halal dan mana yang haram tidak jelas lagi.

Termasuk juga misalnya, di banyak wilayah negeri ini, untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau pegawai perusahaan, banyak yang rela melakukan penyuapan hingga puluhan juta rupiah. Pertanyaan yang ia ajukan, bagaimana status hukum gaji PNS atau pegawai perusahaan yang diperoleh melalui penyuapan seperti ini?

Ini pertanyaan yang penting untuk disikapi, karena menyangkut status gaji. Dari gaji inilah kita makan dan memberi makan keluarga atau anak-istri kita. Jika gaji kita halal, insya Allah daging dan darah yang tumbuh juga halal dan mudah diajak beribadah kepada Allah SWT. Sebaliknya, jika daging dan darah yang tumbuh tidak halal, maka akan sulit pula diajak beribadah kepada-Nya. Untuk itu, status makanan di dalam agama Islam menjadi penting diperhatikan.


Tentang pentingnya status makanan ini, Rasulullah SAW bahkan menyatakan dalam Hadisnya: “Tidak akan masuk surga daging dan darah yang tumbuh dari keharaman dan neraka itulah tempatnya”. (HR. Ibnu Hibban). Hadis ini menunjukkan, bahwa kaum muslim diwajibkan berhati-hati dalam mendapatkan rejeki atau hartanya, apalagi di tengah zaman yang tidak karuan seperti ini. Tali-tali agama harus dipegang teguh dalam kondisi apapun, hatta kondisi paling sulit sekalipun dalam hidup kita, karena inilah yang akan menyelamatkan kita dan keluarga kita di hadapan Allah SWT kelak

Imunitas tubuh kita

GAYA hidup modern dan pola hidup yang buruk menyebabkan daya tahan tubuh manusia lemah. Sistem pertahanan yang lemah memungkinkan bakteri atau virus yang bertebaran di sekitar manusia menyerang tubuhnya. Untunglah manusia memiliki jantung, paru, hati, dan ginjal sebagai bagian dari organ dalam manusia yang menjadi unsur sistem pertahanan tubuh yang biasa disebut dengan sistem imun. Namun, pernahkan Anda mendengar tentang timus?

Masalah keberadaan timus ini telah membuat para ilmuan berdebat. Selama bertahun-tahun timus dianggap sebagai organ vestigial atau organ yang belum berkembang sempurna. Namun, pada tahun-tahun belakangan ini, telah terungkap bahwa organ ini merupakan sumber dari sistem pertahanan kita.

Setelah hal ini dipahami, banyak ilmuan yang mengklaim bahwa timus tidak ada sebelumnya, dan berasal dari evolusi yang bertahap. Mereka masih tetap mengatakan bahwa timus terbentuk melalui periode evolusi yang lebih panjang dibandingkan banyak organ lainnya. Akan tetapi, tanpa timus, atau tanpa timus yang telah tumbuh dan berkembang sempurna, sel-sel T – sel yang berperang dengan bibit penyakit – tidak akan pernah belajar mengenali musuh, dan sistem pertahanan tidak akan berfungsi.

Seseorang tanpa sistem pertahanan tidak akan bisa hidup. Bahkan, Anda yang sekarang sedang membaca kalimat ini adalah suatu bukti bahwa timus tidak diciptakan melalui proses evolusi yang panjang, tetapi timus telah ada dengan sempurna dan utuh sejak manusia pertama lahir ke dunia.

Organ dalam ini terletak di rongga dada, bersebelahan dengan jantung. Sistem imun menjadi senjata paling ampuh untuk melawan AIDS, kanker, dan berbagai penyakit lainnya. Sistem imun adalah sistem tubuh yang terpenting yang bekerja di dalam tubuh untuk memastikan Anda sehat sepanjang waktu. Sayangnya, sebagian besar manusia mengabaikannya dan justru malah melemahkan pertahanan tubuhnya sendiri.

Sebelum merebaknya wabah AIDS, tidak banyak yang kita ketahui tentang sistem imun ini. Namun, kini para pakar beramai-ramai menelitinya dan menyimpulkan bahwa sistem imun ini menjadi senjata utama manusia melawan penyakit. Para ahli itu menyimpulkan hal berikut:

Hanya sistem kekebalan tubuh yang mampu mengobati penyakit;
Dokter dan para medis hanya membantu sistem ini bekarja pada manusia; dan
Nutrisi dari makanan asli yang belum diolah lebih penting daripada obat dalam menguatkan sistem imun ini.
Sistem imun yang sehat akan menjamin kehidupan yang bebas dari berbagai penyakit. Namun, beberapa aspek kehidupan modern justru membawa manusia pada sumber penyakit. Itulah penyebab penyakit yang berkaitan dengan sistem imun dan masalah kesehatan lain, seperti kanker, penyakit Alzheimer (sempat menyerang mendiang Paus Paulus II), sindrom keletihan yang kronis, asma, diabetes mellitus, reumatik, gangguan darah, sendi kaku, tulang keropos, dan pencernaan tak sempurna, semakin meningkat daya jangkitnya.

Meskipun sistem imun Anda cukup kuat untuk membunuh virus dan bakteri, ia akan menjadi lemah karena pengonsumsian antibiotik, makanan yang tidak sehat, operasi bedah yang tidak diperlukan, dan sebagainya.

Seseorang ketika dilahirkan bisa jadi mengalami gangguan atas sistem imunnya. Banyak sumber terkait memaparkan kisah ini. Seorang anak sejak lahir memiliki “kelainan” atas sistem imun tubuhnya. Begitu lahir, anak ini langsung ditempatkan di sebuah tenda plastik steril. Tidak ada seorang pun yang diperbolehkan masuk. Anak itu dilarang menyentuh manusia lainnya. Ketika tumbuh besar, dia ditempatkan di tenda plastik yang lebih besar.

Untuk keluar dari tendanya, si anak harus memakai seperangkat peralatan yang dirancang khusus mirip pakaian astronot. Apa yang menghalangi anak itu menjalani hidup normal seperti orang lain? Setelah lahir, sistem imun si anak tersebut tidak berkembang normal. Tidak ada “pasukan bersenjata” di tubuhnya untuk melindunginya dari musuh bibit penyakit.

Dokter yang menangani si anak itu sadar dengan apa yang terjadi jika dia memasuki lingkungan normal. Dia akan segera menderita pilek, penyakit bersarang di tenggorokannya; walau diberi antibiotik dan perlakuan medis lainnya, dia akan menderita berbagai infeksi. Perawatan medis pun akan kehilangan fungsinya yang berakibat pada kematian anak laki-laki itu.

Setelah beberapa waktu, dokter dan keluarganya menempatkan anak itu di sebuah ruang yang betul-betul bebas hama yang dipersiapkan khusus di rumahnya. Akan tetapi, semua upaya ini tidak membuahkan hasil. Di awal umur belasan, anak itu meninggal ketika transplantasi tulang gagal dilakukan.

Keluarganya, para dokter, staf rumah sakit tempat dia dirawat sebelumnya, serta perusahaan farmasi, telah berusaha semampu mereka untuk memastikan anak laki-laki tersebut bisa bertahan hidup. Walaupun segala jalan sudah diupayakan, dan tempat tinggal anak laki-laki itu disucihamakan, kematiannya tidak dapat dicegah.

Akhir kisah ini memperlihatkan bahwa tidak mungkin bagi manusia untuk bertahan hidup tanpa adanya sistem kekebalan yang melindungi mereka dari mikroba. Hal ini membuktikan bahwa sistem kekebalan pastilah sudah ada lengkap dan menyeluruh sejak manusia lahir. Tanpa sistem kekebalan atau dengan sistem kekebalan yang tidak berfungsi, manusia akan segera meninggal.